Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Jelang Kenaikan Isa Almasih, Penggiat Demokrasi Tangerang Petrus Herman: Rawat Kebinekaan, Hidupkan Ruang Dialog Lintas Iman

×

Jelang Kenaikan Isa Almasih, Penggiat Demokrasi Tangerang Petrus Herman: Rawat Kebinekaan, Hidupkan Ruang Dialog Lintas Iman

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

TANGERANG_HARIANESIA.COM– Penggiat Demokrasi Kota Tangerang, Petrus Herman, menyampaikan ucapan selamat menjelang peringatan Kenaikan Isa Almasih 2026 kepada umat Kristiani di Tangerang dan seluruh Indonesia. Ia menegaskan momentum ini harus menjadi penguat ruang-ruang dialog dan kebebasan sipil.

_*“Selamat Memperingati Kenaikan Isa Almasih 14 Mei 2026. Semoga nilai pengorbanan, kasih, dan pengharapan Kristus menguatkan kita semua untuk merawat demokrasi dan kebinekaan,”*_ kata Petrus dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).

Banner Iklan Harianesia 300x600

Menurut Petrus, Kenaikan Isa Almasih bukan hanya peristiwa teologis, tapi juga pesan politik tentang keberpihakan pada yang lemah dan keberanian menyuarakan kebenaran. “Demokrasi sejati lahir dari kasih yang konkret: membela yang tertindas, membuka ruang partisipasi, dan menolak politik identitas yang memecah belah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kontraktor Klarifikasi Proyek Drainase Rp166 Juta di Cilodong: Tak Asal Jadi, Hanya Miskomunikasi

*Desak Perda Kerukunan dan Forum Warga*
Petrus mendorong Pemkot Tangerang segera mengesahkan Perda Kerukunan Umat Beragama yang partisipatif. Ia juga mengusulkan pembentukan _Forum Warga Lintas Iman_ di tingkat kelurahan sebagai mekanisme pencegahan konflik berbasis komunitas.

“Tangerang itu miniatur Indonesia. Gereja, masjid, vihara, kelenteng hidup berdampingan. Tapi kerukunan tidak bisa diserahkan pada wacana. Harus ada kebijakan yang menjamin izin rumah ibadah dipermudah, ruang dialog dibuka, dan kelompok minoritas dilindungi,” tegasnya.

Baca Juga :  Cerita Masyarakat Rasakan Manfaat Layanan Pertanahan di Hari Libur Nataru: BPN Kapan Liburnya?

Ia menilai, Kenaikan Isa Almasih relevan dengan agenda konsolidasi demokrasi lokal. “Kristus naik ke surga setelah melayani sampai akhir. Itu teladan politik: pemimpin harus melayani, bukan dilayani. Kebinekaan bukan beban, tapi modal sosial Tangerang,” kata Petrus.

*Gotong Royong Lawan Intoleransi*
Petrus mengajak umat Kristiani menjadikan peringatan ini sebagai energi spiritual untuk melawan intoleransi dan politik kebencian. “Kasih itu kerja politik. Kita lawan hoaks, kita dampingi korban diskriminasi, kita kawal anggaran yang berpihak pada rakyat kecil. Itu makna gotong royong hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Giat Check Kesehatan Gratis di Yayasan Pemulihan Natura Indonesia (Ultra Addiction Center): Check TBC, HIV, Hingga Hepatitis B, Pasien TB RO Dirujuk ke RS Cililin

Sebagai penggiat demokrasi, ia bersama jaringan masyarakat sipil Tangerang aktif melakukan pendidikan pemilih, advokasi korban pelanggaran kebebasan beragama, dan pemantauan pelayanan publik.

“Mari jadikan Kenaikan Isa Almasih 2026 sebagai momentum meneguhkan janji kebangsaan: bahwa semua warga negara setara di hadapan hukum. Dari Tangerang kita kirim pesan, demokrasi hanya hidup kalau kebinekaan dirawat. Salam demokrasi,” tutup Petrus.

(D.Wahyudi)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600