TANGERANG_HARIANESIA.COM– Penggiat Demokrasi Kota Tangerang, Petrus Herman, menyampaikan ucapan selamat menjelang peringatan Kenaikan Isa Almasih 2026 kepada umat Kristiani di Tangerang dan seluruh Indonesia. Ia menegaskan momentum ini harus menjadi penguat ruang-ruang dialog dan kebebasan sipil.
_*“Selamat Memperingati Kenaikan Isa Almasih 14 Mei 2026. Semoga nilai pengorbanan, kasih, dan pengharapan Kristus menguatkan kita semua untuk merawat demokrasi dan kebinekaan,”*_ kata Petrus dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).
Menurut Petrus, Kenaikan Isa Almasih bukan hanya peristiwa teologis, tapi juga pesan politik tentang keberpihakan pada yang lemah dan keberanian menyuarakan kebenaran. “Demokrasi sejati lahir dari kasih yang konkret: membela yang tertindas, membuka ruang partisipasi, dan menolak politik identitas yang memecah belah,” ujarnya.
*Desak Perda Kerukunan dan Forum Warga*
Petrus mendorong Pemkot Tangerang segera mengesahkan Perda Kerukunan Umat Beragama yang partisipatif. Ia juga mengusulkan pembentukan _Forum Warga Lintas Iman_ di tingkat kelurahan sebagai mekanisme pencegahan konflik berbasis komunitas.
“Tangerang itu miniatur Indonesia. Gereja, masjid, vihara, kelenteng hidup berdampingan. Tapi kerukunan tidak bisa diserahkan pada wacana. Harus ada kebijakan yang menjamin izin rumah ibadah dipermudah, ruang dialog dibuka, dan kelompok minoritas dilindungi,” tegasnya.
Ia menilai, Kenaikan Isa Almasih relevan dengan agenda konsolidasi demokrasi lokal. “Kristus naik ke surga setelah melayani sampai akhir. Itu teladan politik: pemimpin harus melayani, bukan dilayani. Kebinekaan bukan beban, tapi modal sosial Tangerang,” kata Petrus.
*Gotong Royong Lawan Intoleransi*
Petrus mengajak umat Kristiani menjadikan peringatan ini sebagai energi spiritual untuk melawan intoleransi dan politik kebencian. “Kasih itu kerja politik. Kita lawan hoaks, kita dampingi korban diskriminasi, kita kawal anggaran yang berpihak pada rakyat kecil. Itu makna gotong royong hari ini,” ujarnya.
Sebagai penggiat demokrasi, ia bersama jaringan masyarakat sipil Tangerang aktif melakukan pendidikan pemilih, advokasi korban pelanggaran kebebasan beragama, dan pemantauan pelayanan publik.
“Mari jadikan Kenaikan Isa Almasih 2026 sebagai momentum meneguhkan janji kebangsaan: bahwa semua warga negara setara di hadapan hukum. Dari Tangerang kita kirim pesan, demokrasi hanya hidup kalau kebinekaan dirawat. Salam demokrasi,” tutup Petrus.
(D.Wahyudi)
