Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Heboh! Buku Socratez Yoman Soal Papua Dinilai “Bukan Kaleng-kaleng”, Singgung Prabowo dan Konflik Papua

×

Heboh! Buku Socratez Yoman Soal Papua Dinilai “Bukan Kaleng-kaleng”, Singgung Prabowo dan Konflik Papua

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_HARIANESIA.COM_ Buku berjudul _Prabowo dan Tantangan Penyelesaian Konflik Papua_ karangan Gembala Dr. Socratez Yoman mendapat sorotan dari aktivis dan pemerhati Papua. Buku edisi revisi ini merupakan kumpulan esai-esai sejarah, politik, dan hak asasi manusia yang dinilai menyajikan data dan analisis faktual tentang persoalan Papua yang jarang dibahas ke publik, serta disebut sejalan dengan narasi yang diangkat dalam film dokumenter _Pesta Babi_.

“Buku ini lahir dari hati dan pikiran seseorang yang mencintai tanah dan bangsanya, sehingga penyajiannya sistematis, faktual dan tajam. Hakulyakin aku, bahwa gak ada yang bisa bantah isinya,” tulis Gembala Dr. Socratez Yoman dalam keterangan di buku tersebut.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Beberapa pembaca awal menilai buku ini membuka informasi yang selama ini tertutup. Yoga Persada, salah satu pembaca, menyebut jika isi buku dibaca oleh petinggi negara, TNI, Polri, dan politisi, buku itu bisa menjadi rujukan untuk mendiagnosis masalah Papua.

Baca Juga :  Lurah Pondok Rajeg Tindak Cepat Bangunan Diduga Ilegal, Pemilik Diarahkan Urus Izin Resmi

“Kalau buku ini dibaca oleh petinggi negara, TNI, Polri dan politisi maka harus menjadi rujukan untuk diagnosa masalah Papua. Pasti isinya ditolak, bukan karena isinya hoaks tapi karena isinya mengandung kebenaran dan menelanjangi hal-hal yang disembunyikan untuk publik,” ujarnya.

Pembaca lain, Cipta Wijaya, menilai buku tersebut disusun dengan data dan bahasa yang lugas sehingga mudah dipahami berbagai kalangan.

“Sebuah buku yang disusun dengan data, pemaparannya lugas mudah dicerna oleh semua kalangan. Bahasa yang sederhana tetapi tajam dan menampar dengan keras. Membuka keborokan dan kebusukan serta perilaku bejat. Buku ini menelanjangi informasi propagandis agar kita mengira Papua baik dan aparat menjalankan tugas dengan baik. Ternyata jauh api dari panggang,” katanya.

Berikut tanggapan pembaca yang dicantumkan dalam buku:


*Buku ini Hakulyakin aku, bahwa gak ada yang bisa bantah isinya.* — Didik Kurnia

*”Sebuah buku yang lahir dari hati dan pikiran seseorang yang mencintai tanah dan bangsanya, sehingga penyajiannya sistematis, faktual dan tajam. Hakulyakin aku, bahwa gak ada yang bisa bantah isinya.”* — Didik Kurnia

Baca Juga :  Dr. Syarif Hamdani Alkaf: Belasungkawa Atas Wafatnya Tokoh Sufi Dunia Syekh Muhammad Hisham Kabbani

*”Kalau buku ini dibaca oleh petinggi negara, TNI, Polri dan politisi maka harus menjadi rujukan untuk diagnosa masalah Papua. Pasti isinya ditolak, bukan karena isinya hoaks tapi karena isinya mengandung kebenaran dan menelanjangi hal-hal yang disembunyikan untuk publik.”* — Yoga Persada

*”Sebuah buku yang disusun dengan data, pemaparannya lugas mudah dicerna oleh semua kalangan. Bahasa yang sederhana tetapi tajam dan menampar dengan keras. Membuka keborokan dan kebusukan serta perilaku bejat. Buku ini menelanjangi informasi propagandis agar kita mengira Papua baik dan aparat menjalankan tugas dengan baik. Ternyata jauh api dari panggang.”* — Cipta Wijaya

*Hakulyakin* atau haqqul yaqin adalah keyakinan yang sungguh-sungguh dan mutlak, yang didasarkan pada kenyataan atau pengalaman langsung. Istilah ini merupakan tingkatan tertinggi dalam keyakinan di mana seseorang tidak hanya sekadar tahu atau melihat, melainkan telah merasakan dan membuktikannya sendiri.

Baca Juga :  Cucu Pendiri NU Doakan Tri Adhianto Jadi Walikota

Tiga tingkatan keyakinan menurut ajaran Islam:

1. *Ilmul Yaqin*: Keyakinan yang didapat melalui pengetahuan, mendengar, atau belajar. Contoh: Percaya ada api karena diberitahu teman.
2. *Ainul Yaqin*: Keyakinan yang didapat karena melihat langsung dengan mata kepala sendiri. Contoh: Melihat wujud apinya secara langsung.
3. *Haqqul Yaqin*: Keyakinan tertinggi karena mengalami, merasakan, atau menyatu dengan kebenaran tersebut. Contoh: Merasakan langsung panasnya api tersebut di kulit.

Penilaian tersebut dianggap selaras dengan isi film _Pesta Babi_ yang sebelumnya memicu perdebatan publik karena menyoroti kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan, dan pengabaian hak masyarakat adat di Papua.

Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam buku terkait isi dan klaim yang disampaikan penulis.

Dwi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600