Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Politik

Forum Arus Bawah PDI-P Yogyakarta Sebut Musancab Kota Cacat Administrasi, Desak Evaluasi Total

×

Forum Arus Bawah PDI-P Yogyakarta Sebut Musancab Kota Cacat Administrasi, Desak Evaluasi Total

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

YOGYAKARTA_HARIANESIA.COM_ Forum Arus Bawah PDI Perjuangan Daerah Istimewa Yogyakarta menilai pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang PDI-P Kota Yogyakarta pada 2 Mei 2026 patut diduga cacat secara administrasi dan hukum.[Musancab]

Penilaian itu disampaikan Koordinator Forum Arus Bawah, Jarot Kurniadi, setelah berdiskusi dengan sejumlah peserta Musancab se-Kota Yogyakarta di Gedung Pertemuan Pasifik, Kabupaten Sleman. Menurutnya, sejumlah pelanggaran terjadi terhadap aturan internal partai maupun prinsip demokrasi organisasi.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Dalam keterangannya, Jarot merinci enam poin yang menjadi dasar keberatan. _Pertama_, dugaan campur tangan oknum dari DPP wilayah DIY yang tidak dilengkapi surat tugas resmi. Ia menyebut, saat memberikan sambutan, oknum tersebut tidak menunjukkan surat tugas, padahal berdasarkan AD/ART kewenangan Musancab berada pada DPD, bukan DPP.

Baca Juga :  Unggul Dalam Drama Adu Finalti,Desa Jatiwaringin Juara Camat CUP Mauk

Kedua pelanggaran ketentuan kuorum. Kuorum disebut dihitung secara agregat dari seluruh peserta se-Kota Yogyakarta, bukan berdasarkan kehadiran di masing-masing PAC. _Ketiga_, tata tertib Musancab tidak dibacakan maupun didistribusikan. Bahkan, menurut Jarot, ada indikasi peserta diminta menandatangani pengesahan tatib di awal forum tanpa melihat naskahnya.

Keempat tidak adanya penyampaian Laporan Pertanggungjawaban [LPJ] PAC secara menyeluruh. Ia menyebut hanya PAC Gedongtengen yang dijadikan representasi untuk 14 PAC, serta satu pandangan umum dari Ranting Panembahan, Kraton, yang dianggap mewakili 45 ranting. _Kelima_, kader yang mengikuti seleksi Ketua PAC disebut disingkirkan dari struktur kepengurusan. _Keenam_, menguatnya nuansa kolusi dan nepotisme, termasuk pengangkatan tim sukses caleg menjadi pengurus partai.

Baca Juga :  Alumni Lemhannas Desak Kapolri Periksa Kapolda Metro Jaya, Diduga Terlibat dalam Skandal Pertamax Oplosan dan Mafia Hukum bersama Fahd A Rafiq

Jarot juga menyoroti terpilihnya Ketua PAC yang memiliki hubungan kekerabatan dengan elite partai, meski dinilai gagal membangun struktur di tingkat bawah dan kalah pada Pileg sebelumnya. “Konsep reward dan punishment yang selalu disuarakan Sekjen Hasto Kristiyanto hanya tong kosong berbunyi nyaring,” katanya.

Ia menilai arah perjalanan partai di Yogyakarta menuju Pemilu 2029 berada dalam kondisi mengkhawatirkan, terutama setelah hilangnya dua kursi DPRD Kota Yogyakarta pada Pemilu 2024. “Ini semoga bisa menjadi masukan Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri. Situasi politik internal di tingkat menengah dan basis sangat mengkhawatirkan karena dimainkan elite sesuai kepentingannya,” ujar Jarot.

Baca Juga :  Hari Ke -3 Polwan Polres Bogor Bersama Stakeholder Terkait Lakukan Giat Pendampingan Trauma Healing Untuk Anak - Anak Dan Pembagian Obat Vitamin Juga Takjil Untuk Berbuka Puasa Bagi Korban Banjir Bandang Kec. Gunung Putri Kab. Bogor

Atas dasar itu, Forum Arus Bawah PDI-P Yogyakarta mengajukan empat tuntutan: evaluasi total Musancab Kota Yogyakarta; penegakan disiplin sesuai AD/ART; penghentian praktik kolusi, nepotisme, dan manipulasi prosedural; serta pengembalian marwah partai sebagai organisasi kader yang ideologis.

Forum juga menyatakan akan mengirimkan surat aduan ke DPP PDI-P melalui Ketua Bidang Kehormatan Komarudin Watubun. “Kami sudah menyiapkan saksi-saksi bila DPP menindaklanjuti dengan menyidangkan dalam Mahkamah Partai sesuai AD/ART,” kata Jarot.

Kontak: Jarot Kurniadi, Koordinator Forum Arus Bawah PDI Perjuangan Yogyakarta
Yogyakarta, 4 Mei 2026

Dwi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600