Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Politik

PSI Selamanya Akan Jadi Partai Gurem

×

PSI Selamanya Akan Jadi Partai Gurem

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Oleh: Saiful Huda Ems.

HARIANESIA.COM_ Ibarat petinju, PSI itu selain tidak pernah juara juga tidak pernah duel dengan para petinju kelas berat. Spanduk, pamflet dan baliho-balihonya lebih banyak dari kader-kader partainya. Ketua umumnya masih bocil, belum pernah sekalipun mempunyai pengalaman sebagai seorang organisatoris, apalagi memimpin partai, kecuali partai yang sekarang dipimpinnya, dan menjadi Ketua Umum dari hasil kongkow-kongkow beberapa gelintir orang pengurusnya. Ia juga sedang dililit hutang Rp. 2,8 Triliun, yang tak akan mudah dikembalikannya, kecuali harus menjual laut dan tambang-tambang milik negara.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Sekjen partainya, yakni Raja Juli Antoni yang saat ini juga menjadi Menteri Kehutanan, tengah terjerat Kasus Amplop dan terbukti tak berdaya apa-apa menghadapi para perusak hutan. Sedangkan Pembina PSI, yakni Joko Widodo (Jokowi) juga tak henti-hentinya terjerat kasus Ijazah Palsu, yang sampai detik ini belum dapat ia buktikan keasliannya. Belum berbagai dugaan korupsi yang menimpanya seperti Kereta Api Cepat; program food estate yang gagal total; kejar tayang pembangunan IKN; hingga berbagai kasus giant korupsi yang terjadi pada masanya dan begitu banyak dugaan aliran dana ke Jokowi.

Baca Juga :  Budayawan Bogor: “Hidupkan Spirit Pakuan, Bukan Bangun Miniaturnya”

Meskipun demikian Jokowi masih sangat percaya diri, keliling daerah-daerah untuk menggenjot suara PSI di Pemilu 2029 mendatang. Tragisnya, Jokowi hanya diterima di daerah-daerah tertentu saja, sedangkan di daerah-daerah lain, seperti Jawa Barat, rakyat justru menolak kehadirannya, yang ditunjukkan dengan berbagai aksi-aksi demonstrasi di Bandung yang menolak rencana kedatangannya.

Banyak sekali orang-orang yang menyayangkan keserakahan Jokowi ini, sudah pernah menjadi Walikota, Gubernur dan Presiden sampai dua periode, namun nafsunya untuk berkuasa tidak pernah selesai-selesai, seolah-olah dunia mau ditelannya sendiri. Jokowi dan anak-anaknyapun sudah kerap ditengarai terlibat dalam persoalan korupsi, namun sayangnya sampai hari ini belum ada satupun institusi penegak hukum yang berani memprosesnya, bahkan hanya sekedar dipanggil di persidangan untuk menjadi saksipun, belum ada yang berani melakukannya. Inilah potret penegakan hukum di negeri ini, setelah berbagai peraturannya diacak-acak oleh Jokowi.

Membicarakan PSI, berarti membicarakan partai politik yang sarat dengan nepotisme dan perdagangan ideologi. Kita semua tentu tak kan pernah lupa, bagaimana para pengurusnya yang mayoritas masih tergolong pemula dalam berpolitik, kerap sekali berakrobat politik yang membuat rakyat tertawa. Tak seberapa lama habis mengolok-olok Prabowo Subianto, tiba-tiba para pengurus PSI berbalik menjadi pendukung dan pemujanya. Para pengurusnya juga gampang bongkar pasang posisinya, semudah para gundik pejabat negara yang korup bongkar pasang alis palsunya.

Baca Juga :  Cinta Kasih Sebagai Manifestasi Ketuhanan : Perspektif Filsafat Haidar Alwi Dan Sinergitas Kapolri

Sangat gampang untuk diprediksi tentang perolehan suara PSI di Pemilu 2029 mendatang, ia akan menjadi partai gurem untuk kesekian kalinya. PSI rupanya sangat menyadari akan hal itu, karenanya PSI mulai semakin gencar untuk mencari perhatian rakyat, diantaranya PSI rajin menyerang PDIP, partai yang dahulu membesarkan bapak pembinanya (Jokowi) dan yang kemudian dikhianatinya sendiri. Apa tujuan dari PSI rajin menyerang PDIP? Ya supaya rakyat mau menganggap PSI itu partai besar yang hanya pantas bertanding dengan partai terbesar dan pemenang, yakni PDIP. Padahal semua orang yang faham dan berpengalaman dalam politik, akan sangat mengerti bahwa PSI hanya besar di logonya saja, yakni Gajah meskipun kekuatannya tak lebih hanya seperti Curut.

Membangun dan membesarkan partai politik itu sangat susah, diperlukan waktu berpuluh-puluh tahun untuk merawat dan menjaganya. Tidak bisa begitu saja tiba-tiba besar apalagi menjadi pemenang. PSI sama sekali tidak memiliki pengalaman yang seperti ini, juga tidak didukung oleh para pengurusnya yang berpengalaman atau memiliki jam terbang politik yang panjang. Jokowi sendiri aslinya kan juga bukan politisi, beliau aslinya Tukang Kusen, yang dahulunya disetting oleh PDIP untuk menjadi tokoh politik yang kemudian sukses menjadi Walikota, Gubernur dan Presiden. Sekarang partai politik yang membesarkannya itu sudah muak dengannya, bagaimana mungkin Jokowi akan bisa kuat dan memenangkan partai gurem PSI?

Baca Juga :  KPU di Diminta Segera Laksanakan Putusan MK Demi Tegaknya Demokrasi dan Keadilan

Jadi kesimpulannya sederhana, ketika PSI tahun 2024 ditopang kekuasaan dan dana yang begitu besar saja GAGAL, apalagi sekarang !!! Sapere aude !…(SHE).(DW)

Sabtu, 18 Juli 2026.

Saiful Huda Ems (SHE).

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600