Danantara Indonesia menjalin sejumlah kemitraan strategis di bidang riset, energi, infrastruktur digital, dan transportasi melalui penyelenggaraan Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026. Forum yang berlangsung selama tiga hari di Fairmont Jakarta pada 26–28 Oktober 2026 itu dihadiri lebih dari 3.000 peserta dan melibatkan 274 pembicara serta moderator.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026 Sigit Puji Santosa mengatakan, kesepakatan yang terjalin dalam forum tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat kolaborasi teknologi dan industri nasional.
- DTIIF 2026 digelar 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta dengan lebih dari 3.000 peserta.
- Forum menghadirkan 274 pembicara dan moderator dalam tujuh sesi Distinguished Lecture, 21 sesi pleno, serta 38 sesi panel dan pitching/showcase.
- Kemitraan mencakup riset, kesehatan, energi terbarukan, data center, kendaraan listrik, maritim, baja, keamanan siber, hingga robotika.
Pada hari pertama, Danantara menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kerja sama ini bertujuan menghubungkan agenda riset, pengembangan talenta, kebutuhan industri, pendanaan, dan peluang investasi strategis.
Danantara juga menjalin kerja sama dengan BRIN dan 32 perguruan tinggi untuk membangun platform kemitraan riset, akademik, dan industri. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mendekatkan hasil penelitian dengan kebutuhan dunia usaha.
Kesehatan dan Energi Terbarukan Masuk Agenda
Di sektor kesehatan, Danantara Development Management Fund (DDMF) bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, dan PT EBM Saintifik dan Teknologi sepakat mengembangkan fitofarmaka berbasis kratom. DDMF juga menjajaki kerja sama dengan Thermo Fisher Scientific terkait teknologi ilmu hayati.
Sejumlah perusahaan BUMN turut menjalin kolaborasi di sektor industri strategis. Telkom Indonesia dan PLN bekerja sama menyelaraskan rencana pengembangan pusat data (data center) dengan kesiapan pasokan listrik.
Sementara itu, LEN, PLN, dan Pertamina Patra Niaga memperkuat pengembangan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas), mencakup infrastruktur, pasokan energi, dan penerapan kendaraan listrik.
Di sektor energi terbarukan, Pertamina New & Renewable Energy dan Agrinas Palma menandatangani Heads of Agreement untuk rencana pembangunan dan pengoperasian fasilitas produksi biodiesel berbasis fatty acid methyl ester (FAME) di Indragiri Hilir, Riau.
Selain itu, kemitraan dalam DTIIF 2026 mencakup sektor maritim, baja, keamanan siber, kriptografi pascakuantum, bioteknologi, dan robotika.
Riset: BRIN bersama 32 perguruan tinggi membangun platform kemitraan riset, akademik, dan industri.
Industri: Telkom–PLN menyelaraskan pengembangan data center dengan pasokan listrik, sementara LEN–PLN–Pertamina Patra Niaga memperkuat ekosistem Molinas.
Enam Sektor Strategis Jadi Pembahasan
Selama tiga hari penyelenggaraan, forum ini menghadirkan tujuh sesi Distinguished Lecture, 21 sesi pleno, serta 38 sesi panel dan pitching/showcase. Pembahasan mencakup enam sektor strategis, yakni energi; telekomunikasi dan infrastruktur digital; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; keuangan dan perbankan; serta transportasi dan infrastruktur.
Danantara menyatakan akan mengawal berbagai kesepakatan tersebut hingga tahap implementasi. Agenda kolaborasi dan investasi selanjutnya akan dilanjutkan melalui New Asia Forum yang dijadwalkan berlangsung pada 3–4 Desember 2026 di Bali.
Pertanyaan Umum
Apa itu DTIIF 2026?
DTIIF 2026 adalah Danantara Technology Innovation Investment Forum yang digelar Danantara Indonesia di Fairmont Jakarta pada 26–28 Oktober 2026 untuk menjalin kemitraan di bidang riset, energi, infrastruktur digital, dan transportasi.
Siapa saja yang menandatangani kerja sama di hari pertama?
Danantara menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Apa agenda lanjutan setelah forum ini?
Danantara akan mengawal kesepakatan hingga tahap implementasi, dengan agenda kolaborasi dan investasi berikutnya dilanjutkan melalui New Asia Forum pada 3–4 Desember 2026 di Bali.
Sumber: Katadata


















