Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
BeritaBisnis

Hujan, Salinitas Turun, Nafsu Makan Berubah: Menyiasati Pakan Vaname Musim Basah

×

Hujan, Salinitas Turun, Nafsu Makan Berubah: Menyiasati Pakan Vaname Musim Basah

Sebarkan artikel ini
Tambak udang vaname saat hujan dengan kincir air untuk menjaga kualitas air
Banner Iklan Harianesia 468x60

Pada tambak intensif, hujan satu malam bisa mengubah perhitungan pakan selama seminggu. Air tawar yang masuk menumpuk di permukaan dan menurunkan salinitas lapisan atas, kadang dari 25 ppt menjadi di bawah 15 ppt hanya dalam hitungan jam. Udang vaname sebenarnya termasuk hewan yang toleran terhadap rentang salinitas lebar, tetapi yang menjadi masalah bukan angkanya melainkan kecepatan perubahannya. Perubahan mendadak memaksa udang mengalihkan energi untuk mengatur keseimbangan cairan tubuh, dan energi yang terpakai di situ adalah energi yang tidak jadi menambah bobot.

Gejala pertamanya hampir selalu terbaca di anco. Anco yang biasanya bersih dalam satu setengah jam tiba-tiba masih menyisakan pakan setelah dua jam. Banyak petambak menanggapinya dengan menambah pakan karena mengira udang sedang tumbuh dan butuh lebih banyak. Yang terjadi justru sebaliknya, sisa pakan menumpuk di dasar, bahan organik naik, dan kualitas air yang sudah tertekan hujan semakin memburuk.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Langkah yang lebih tepat adalah menurunkan ransum lebih dulu, umumnya dua puluh sampai tiga puluh persen pada hari hujan deras, lalu menaikkannya kembali secara bertahap setelah salinitas dan nafsu makan stabil. Patokan untuk menaikkan kembali bukan kalender melainkan anco. Selama anco masih menyisakan pakan pada waktu kontrol yang biasa, porsi belum layak ditambah.

Baca Juga :  Info Gempa Terbaru: Gempa M 5,4 Guncang Indonesia, Apa yang Terjadi?

Hal kedua yang berubah di musim hujan adalah stratifikasi air. Air tawar lebih ringan sehingga mengambang di atas, sementara lapisan bawah tetap bersalinitas tinggi dan sering miskin oksigen. Batas antara dua lapisan ini menjadi tempat bahan organik tertahan. Udang yang berada di dasar akhirnya hidup di lapisan paling tidak nyaman di seluruh kolam. Menjalankan kincir lebih lama, terutama sesudah hujan reda, bukan sekadar untuk menambah oksigen melainkan untuk mencampur kembali kolom air agar perbedaan antar lapisan tidak terlalu tajam.

Ketiga, hujan membawa penurunan pH dan alkalinitas. Air hujan bersifat sedikit asam dan mengencerkan mineral di kolam. Alkalinitas yang turun membuat pH gampang berayun mengikuti aktivitas plankton, dan ayunan pH yang lebar mengganggu proses ganti kulit udang. Udang yang gagal berganti kulit dengan sempurna lebih rentan terhadap infeksi, dan di fase itu pemberian pakan dalam jumlah normal justru menambah beban. Memantau alkalinitas setelah hujan besar, bukan hanya salinitas, sering menjelaskan mengapa nafsu makan tidak kunjung pulih meski salinitas sudah kembali normal.

Baca Juga :  5 Berita Terkini tentang Data HK: Dari Akademi Privasi hingga IPO Xiaohongshu

Penyesuaian pakan di musim basah juga berarti memperhatikan kecocokan jenis pakan dengan fase udang, karena di fase yang berbeda tekanan lingkungan berdampak berbeda pula. Pada fase post-larva, saat udang paling rapuh terhadap perubahan, pakan starter seperti STP PV dirancang mendukung pertumbuhan awal dan transisi yang halus menuju fase grow-out. Memasuki fase grow-out, STP SGH MAX diarahkan pada performa pertumbuhan maksimal dengan attractability tinggi, kontrol stres, dan dukungan imunitas, dan dua hal terakhir itu justru yang paling dibutuhkan ketika cuaca sering berubah. Daya tarik pakan menjadi penting pada masa nafsu makan menurun, karena pakan yang tidak menarik akan lebih lama tergeletak di dasar sebelum disentuh.

Satu kebiasaan yang membedakan tambak yang bertahan baik di musim hujan adalah mencatat. Catatan harian berisi curah hujan, salinitas permukaan dan dasar, pH pagi dan sore, alkalinitas mingguan, serta waktu habis pakan di anco akan memperlihatkan pola yang tidak terlihat dari ingatan. Setelah dua sampai tiga kejadian hujan besar, biasanya terbaca berapa lama tambak Anda sendiri membutuhkan waktu untuk pulih, dan angka itu jauh lebih berguna daripada patokan umum dari daerah lain.

Baca Juga :  5 Fakta Menarik Starbucks: Dari Verizon Shine Loyalty Program Hingga Pink Bearista Cup

Perlu juga diingat bahwa penyimpanan pakan ikut terpengaruh. Kelembapan tinggi membuat pelet menyerap uap air, menurunkan kekerasannya, dan mempercepat hancurnya pakan di air. Pakan yang hancur sebelum termakan terbaca sebagai pemborosan di buku catatan, tetapi penyebabnya ada di gudang, bukan di kolam. Menjaga stok hanya untuk kebutuhan dua minggu dan menumpuk karung di atas palet dengan jarak dari dinding adalah pencegahan yang tidak memerlukan biaya tambahan.

 

Musim hujan selalu datang dan selalu menurunkan efisiensi pakan sampai batas tertentu. Yang bisa dikendalikan adalah seberapa dalam penurunannya. Rangkaian pakan udang vaname dari STP Aquaculture disusun untuk setiap fase budidaya, mulai dari STP PV di fase post-larva sampai STP TOV menjelang panen, sehingga petambak dapat menyesuaikan jenis pakan dengan fase yang sedang berjalan alih-alih memakai satu jenis sepanjang siklus. Sebelum puncak musim hujan tiba, telusuri rangkaian pakan per fase tersebut dan bandingkan dengan fase udang di petak Anda saat ini, karena pencocokan yang dilakukan lebih awal memberi ruang penyesuaian yang jauh lebih lapang dibanding memutuskan saat hujan sudah turun setiap hari.

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600