Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Bisnis

Semen Indonesia (SMGR) Kaji Opsi Buyback Saham

×

Semen Indonesia (SMGR) Kaji Opsi Buyback Saham

Sebarkan artikel ini
Semen Indonesia (SMGR) Kaji Opsi Buyback Saham — Ilustrasi saham PT Semen Indonesia (SMGR) di tengah rencana buyback
SMGR mengkaji opsi buyback saham untuk menjaga kepentingan pemegang saham.
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) mengkaji rencana pembelian kembali saham atau buyback di tengah dinamika pasar saham domestik. Langkah ini dipertimbangkan untuk menjaga kepentingan pemegang saham sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap fundamental perseroan.

Direktur Utama SMGR Indrieffouny Indra mengatakan perseroan terus mencermati perkembangan pasar saham dan membuka opsi buyback dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan serta ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Perseroan terus mencermati perkembangan pasar saham dan membuka opsi buyback dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan serta ketentuan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).

Menurutnya, harga saham SMGR saat ini belum tentu mencerminkan fundamental bisnis perseroan yang sesungguhnya. Karena itu, manajemen menegaskan keyakinannya terhadap nilai perusahaan di tengah tekanan pasar.

Indrieffouny menambahkan, kajian buyback dilakukan secara cermat dengan memperhatikan tata kelola perusahaan yang baik dan mengacu pada POJK No. 13/2023. Regulasi tersebut menjadi acuan bagi emiten dalam melaksanakan pembelian kembali saham di pasar.

Di sisi operasional, SIG mengandalkan portofolio solusi bahan bangunan, jaringan produksi dan distribusi yang luas, serta jangkauan pasar hingga daerah terpencil untuk menjaga daya saing dan menopang pertumbuhan berkelanjutan.

Buyback Masih Sebatas Kajian

Meski demikian, rencana buyback tersebut masih dalam tahap kajian. SIG belum mengumumkan nilai dana, jumlah saham yang akan dibeli, maupun jadwal pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Artinya, belum ada kepastian apakah aksi korporasi ini akan benar-benar dijalankan dalam waktu dekat. Perseroan juga belum membeberkan sumber pendanaan yang akan digunakan apabila rencana tersebut direalisasikan.

Rencana buyback menjadi sinyal penting bagi investor karena menunjukkan keyakinan manajemen terhadap nilai saham yang dinilai belum mencerminkan fundamental perusahaan.

Baca Juga :  Astra (ASII) Tender Sukarela Saham AUTO Rp 3.600 per Saham

Kinerja Keuangan Semester I/2026

SMGR membukukan lonjakan kinerja keuangan pada semester I/2026 dengan laba bersih melesat hingga 470,95% secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2026, SMGR mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp228,25 miliar pada semester I/2026.

Melonjaknya laba bersih perseroan sejalan dengan pertumbuhan top line. Pada paruh pertama 2026, SMGR meraup pendapatan Rp17,64 triliun atau tumbuh 13,07% secara tahunan (year on year/YoY) dari sebelumnya Rp15,60 triliun.

Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan lonjakan laba bersih menjadi salah satu argumen manajemen bahwa fundamental perseroan tetap kuat, terlepas dari pergerakan harga saham di pasar.

Dengan laba yang melesat dan pendapatan yang tumbuh dua digit, perseroan berada pada posisi yang lebih baik untuk mempertimbangkan opsi aksi korporasi, termasuk buyback. Namun, manajemen menegaskan bahwa keputusan akhir tetap akan mempertimbangkan kondisi perusahaan dan aturan OJK.

Pertanyaan Umum

Apakah SMGR sudah memastikan akan melakukan buyback?

Belum. Rencana buyback masih dalam tahap kajian dan perseroan belum mengumumkan nilai dana, jumlah saham, maupun jadwal pelaksanaannya.

Apa alasan SMGR mempertimbangkan buyback?

Manajemen menilai harga saham saat ini belum tentu mencerminkan fundamental bisnis perseroan yang sesungguhnya, sehingga langkah ini dipertimbangkan untuk menjaga kepentingan pemegang saham dan kepercayaan investor.

Bagaimana kinerja keuangan SMGR pada semester I/2026?

SMGR membukukan laba bersih Rp228,25 miliar atau melesat 470,95% secara tahunan, dengan pendapatan Rp17,64 triliun yang tumbuh 13,07% YoY dari Rp15,60 triliun.

Sumber: Bisnis.com

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600
Wall Street Menguat Selasa 27 Oktober 2026 — Ilustrasi pergerakan indeks saham Wall Street dengan grafik naik dan sorotan saham teknologi
Bisnis

Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Selasa (27/10/2026), didorong kebangkitan saham teknologi di tengah meningkatnya optimisme terhadap kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta berlanjutnya musim laporan keuangan kuartal III-2026. Melansir Reuters, indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan kenaikan 1,18% atau 308,43 poin ke level 26.477,81. Indeks S&P 500 naik 0,60% atau 45,83…