Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Prof. Connie: Kekuatan Bangsa Diukur dari Kualitas Manusia, Bukan Banyaknya Institusi

×

Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Prof. Connie: Kekuatan Bangsa Diukur dari Kualitas Manusia, Bukan Banyaknya Institusi

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_HARIANESIA.COM– Guru Besar Universitas Pertahanan RI, Prof. Dr. Connie Rahakundini Bakrie, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait wacana pembentukan institusi pendidikan kepemimpinan baru di Indonesia.

Dalam surat yang diterima redaksi pada Jumat (25/7/2026), Prof. Connie menyatakan mendukung setiap ikhtiar negara melahirkan pemimpin terbaik. Namun ia menyampaikan “kegelisahan akademik” atas rencana tersebut.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan institusi. Kita memiliki IPDN, Lemhannas, LAN, berbagai sekolah kedinasan, akademi militer, serta ratusan perguruan tinggi negeri yang telah lama mengemban amanat mencetak pemimpin bangsa,” tulis Prof. Connie.

Baca Juga :  Wujudkan Literasi Keuangan Modern, Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Gelar Festival Tring! di Summarecon Mall Bandung

Ia mempertanyakan apakah tantangan pendidikan kepemimpinan saat ini benar-benar terletak pada kurangnya kampus, atau justru pada belum optimalnya ekosistem yang sudah ada.

*Adopsi Fondasi, Bukan Hanya Bentuk*
Merespons gagasan lembaga setara _Ecole Nationale d’Administration_ (ENA) Prancis, Prof. Connie menilai yang perlu diadopsi bukan hanya bentuk institusinya.

“Yang perlu kita adopsi bukan hanya bentuk institusinya, melainkan fondasi yang membuatnya dihormati dunia: meritokrasi, dosen berkualitas dengan penghargaan yang layak, budaya riset yang kuat, independensi akademik, tata kelola yang profesional, dan pendanaan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Baca Juga :  SMAN 10 Bandung Sukses Gelar PKBN di Secapa AD Hegarmanah

Menurutnya, paradoks pendidikan tinggi Indonesia saat ini adalah pembangunan institusi baru sementara banyak institusi eksisting masih berjuang dengan kesejahteraan dosen, kualitas riset, keterbatasan anggaran, dan pemanfaatan yang belum optimal.

“Membangun universitas baru mungkin hanya memerlukan keputusan politik. Namun membangun budaya akademik yang unggul memerlukan konsistensi, keberanian, dan investasi jangka panjang pada manusia,” tegasnya.

*Harapan: Perkuat yang Ada*
Prof. Connie berharap pemerintah memprioritaskan penguatan lembaga yang telah berdiri sebelum membangun yang baru.

Baca Juga :  Connie Rahakundini Di Forum Kajian: Diplomasi Publik Rusia Utamakan Daya Tarik Budaya, Bukan Tekanan Politik

“Harapan saya sederhana. Sebelum membangun rumah baru, mari kita pastikan rumah-rumah yang telah berdiri mampu menjadi pusat keunggulan. Karena kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari banyaknya institusi yang dimiliki, tetapi dari kualitas manusia yang berhasil dibentuk oleh institusi-institusi tersebut,” pungkasnya.

Ia menegaskan surat ini disampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan kecintaan kepada sistem pendidikan di Indonesia.

(DW)

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600