Edukasi

Surat Terbuka ke Presiden Prabowo, Prof. Connie: Kekuatan Bangsa Diukur dari Kualitas Manusia, Bukan Banyaknya Institusi

JAKARTA_HARIANESIA.COM– Guru Besar Universitas Pertahanan RI, Prof. Dr. Connie Rahakundini Bakrie, menyampaikan surat terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto terkait wacana pembentukan institusi pendidikan kepemimpinan baru di Indonesia.

Dalam surat yang diterima redaksi pada Jumat (25/7/2026), Prof. Connie menyatakan mendukung setiap ikhtiar negara melahirkan pemimpin terbaik. Namun ia menyampaikan “kegelisahan akademik” atas rencana tersebut.

“Indonesia sesungguhnya tidak kekurangan institusi. Kita memiliki IPDN, Lemhannas, LAN, berbagai sekolah kedinasan, akademi militer, serta ratusan perguruan tinggi negeri yang telah lama mengemban amanat mencetak pemimpin bangsa,” tulis Prof. Connie.

Ia mempertanyakan apakah tantangan pendidikan kepemimpinan saat ini benar-benar terletak pada kurangnya kampus, atau justru pada belum optimalnya ekosistem yang sudah ada.

*Adopsi Fondasi, Bukan Hanya Bentuk*
Merespons gagasan lembaga setara _Ecole Nationale d’Administration_ (ENA) Prancis, Prof. Connie menilai yang perlu diadopsi bukan hanya bentuk institusinya.

“Yang perlu kita adopsi bukan hanya bentuk institusinya, melainkan fondasi yang membuatnya dihormati dunia: meritokrasi, dosen berkualitas dengan penghargaan yang layak, budaya riset yang kuat, independensi akademik, tata kelola yang profesional, dan pendanaan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Menurutnya, paradoks pendidikan tinggi Indonesia saat ini adalah pembangunan institusi baru sementara banyak institusi eksisting masih berjuang dengan kesejahteraan dosen, kualitas riset, keterbatasan anggaran, dan pemanfaatan yang belum optimal.

“Membangun universitas baru mungkin hanya memerlukan keputusan politik. Namun membangun budaya akademik yang unggul memerlukan konsistensi, keberanian, dan investasi jangka panjang pada manusia,” tegasnya.

*Harapan: Perkuat yang Ada*
Prof. Connie berharap pemerintah memprioritaskan penguatan lembaga yang telah berdiri sebelum membangun yang baru.

“Harapan saya sederhana. Sebelum membangun rumah baru, mari kita pastikan rumah-rumah yang telah berdiri mampu menjadi pusat keunggulan. Karena kekuatan sebuah bangsa tidak diukur dari banyaknya institusi yang dimiliki, tetapi dari kualitas manusia yang berhasil dibentuk oleh institusi-institusi tersebut,” pungkasnya.

Ia menegaskan surat ini disampaikan sebagai bagian dari tanggung jawab akademik dan kecintaan kepada sistem pendidikan di Indonesia.

(DW)

Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Exit mobile version