Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Promo Miras Berbalut Ayat Al-Qur’an, SEKDA GMNI DKI Jakarta: Moral Anak Bangsa Jangan Dijadikan Permainan Marketing

×

Promo Miras Berbalut Ayat Al-Qur’an, SEKDA GMNI DKI Jakarta: Moral Anak Bangsa Jangan Dijadikan Permainan Marketing

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Jakarta, 10 Agustus 2026 — Sekretaris Daerah GMNI DKI Jakarta mengecam keras polemik promosi minuman beralkohol yang disebut memberikan penawaran tertentu kepada konsumen dengan mengaitkannya pada kemampuan menghafal ayat Al-Qur’an.

Jika benar terdapat promosi dengan mekanisme tersebut, menurutnya, praktik itu tidak hanya menimbulkan persoalan etika pemasaran, tetapi juga berpotensi melukai sensitivitas umat beragama karena membawa simbol dan ayat suci ke dalam aktivitas komersial produk minuman beralkohol.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Ayat Al-Qur’an adalah sesuatu yang sakral dan memiliki kedudukan yang sangat mulia bagi umat Islam. Jangan sampai kesucian ayat Al-Qur’an justru dijadikan gimmick atau alat promosi untuk menjual minuman keras,” tegas Sekda GMNI DKI Jakarta.

Baca Juga :  Pegadaian Kanwil X Jabar Distribusikan Ratusan Paket Protein Hewani, Wujudkan Kepedulian di Momen Idul Adha 1447 H

Ia menilai kreativitas dalam dunia pemasaran tetap memiliki batas. Produk komersial tidak semestinya menggunakan simbol keagamaan secara serampangan hanya demi menarik perhatian publik atau meningkatkan penjualan.

Menurutnya, persoalan tersebut menjadi semakin serius karena promosi semacam itu berpotensi membentuk persepsi yang keliru di tengah masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan dengan konsumsi minuman beralkohol.

“Jangan karena mengejar engagement dan penjualan, nilai-nilai agama dijadikan bahan permainan marketing. Kita sedang berbicara tentang ayat suci, bukan sekadar slogan iklan,” ujarnya.

Baca Juga :  Organisasi OTISTA Teguhkan Semangat Kebangsaan di Momentum HUT RI Ke-81

Sekda GMNI DKI Jakarta juga meminta pemerintah dan instansi terkait untuk memeriksa dan mengevaluasi materi promosi yang dimaksud, termasuk memastikan apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan ketentuan mengenai pemasaran dan promosi minuman beralkohol.

GMNI DKI Jakarta menegaskan bahwa kritik ini bukan ditujukan untuk menghambat kegiatan usaha yang berjalan sesuai hukum. Namun, kebebasan berusaha harus tetap disertai dengan tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap nilai agama, serta kepekaan terhadap masyarakat.

“Kami menghormati kegiatan ekonomi dan dunia usaha. Tetapi ketika ayat Al-Qur’an dibawa masuk sebagai bagian dari strategi promosi minuman beralkohol, tentu publik berhak mempertanyakan kepatutan dan etikanya. Jangan jadikan kesucian agama sebagai dagangan,” tegasnya.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas dan TNI Bersinergi Jaga Kamtibmas, Wujudkan Lingkungan Aman di Desa Binaan Parung

GMNI DKI Jakarta mendorong pelaku usaha untuk segera memberikan penjelasan terbuka mengenai konteks dan tujuan promosi tersebut apabila benar beredar sebagaimana yang ramai diperbincangkan publik.

“Generasi muda membutuhkan teladan, bukan normalisasi. Jangan sampai demi sebuah kampanye pemasaran, batas-batas kepatutan justru diterobos,” pungkas Sekda GMNI DKI Jakarta.

SELESAI

Sekretariat DPD GMNI DKI Jakarta

Dwi

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600