Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Poster “Panjat Pinang” Viral Jelang 17 Agustus, Jadi Cerminan Kritik Sosial Masyarakat Soal Beban Ekonomi

×

Poster “Panjat Pinang” Viral Jelang 17 Agustus, Jadi Cerminan Kritik Sosial Masyarakat Soal Beban Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_ – Jelang peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, sebuah poster ilustrasi bertema lomba “panjat pinang” viral di media sosial. Karya tersebut memicu diskusi luas publik karena dianggap menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini.

Poster berjudul _”DULU HANYA SEKEDAR LOMBA, KINI MENJADI KENYATAAN”_ itu menampilkan dua kontras. Di sisi kiri, sekelompok warga digambarkan berlomba panjat pinang dengan penuh perjuangan. Tubuh mereka berlumpur dan saling menopang untuk meraih hadiah berupa bahan pokok: beras, gula, minyak goreng, dan tabung gas 3 kg.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Di sisi kanan, digambarkan sejumlah orang berpakaian rapi duduk di bawah tenda seremonial merah putih sambil bertepuk tangan.

Baca Juga :  GMNI Biak Numfor: Kritik Senator Paul F. Mayor Jadi Peringatan Keras bagi MRP untuk Tegas Bela Hak Adat Papua

Dalam narasi yang menyertai poster, disebutkan bahwa dulu panjat pinang hanya perlombaan rakyat. Namun kini simbol itu dianggap sebagai gambaran nyata kehidupan.

“Untuk mendapatkan hak yang paling dasar, rakyat dipaksa bergotong royong, saling menopang, jatuh, bangkit, lalu berjuang tanpa henti demi sekadar menyambung hidup,” demikian tertulis dalam poster tersebut.

Poster juga menyoroti bahwa di tengah perjuangan masyarakat menghadapi beban ekonomi, sebagian pihak justru “sibuk bertepuk tangan atas pencapaian seremonial dan saling memberi pujian”.

Baca Juga :  Lihat Bagusnya Karya WBP, Menkumham Upayakan Cari Pasar

*MENJADI RUANG DISKUSI PUBLIK*
Kemunculan poster ini langsung memicu beragam komentar dari netizen. Banyak yang menilai ilustrasi tersebut mewakili perasaan masyarakat terkait kenaikan harga kebutuhan pokok dan kesulitan akses barang dasar.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Dr. Adi Prayitno, menilai poster seperti ini adalah bentuk ekspresi kritik sosial melalui simbol budaya.
“Ketika masyarakat menggunakan simbol panjat pinang, artinya ada pesan bahwa perjuangan mendapatkan kebutuhan dasar saat ini terasa sangat berat. Ini harus dibaca sebagai sinyal dari publik, bukan sekadar meme,” ujarnya.

Baca Juga :  Acara PAUD Disdik Kabupaten Bogor di Hotel Mewah Dinilai Sarat Kejanggalan: Anggaran APBD 2025 Dipertanyakan

*SIMBOL BUDAYA JADI BAHASA KRITIK*
Panjat pinang sendiri merupakan tradisi lomba rakyat yang umum digelar saat peringatan 17 Agustus. Hadiah yang digantung biasanya berupa barang kebutuhan sehari-hari.

Dalam konteks poster viral ini, barang-barang tersebut justru menjadi sorotan karena dinilai semakin sulit dijangkau sebagian masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa pembuat poster tersebut. Namun unggahan serupa telah dibagikan puluhan ribu kali di platform X, Instagram, dan WhatsApp Group.

(D. Wahyudi)

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600