Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan harga minyak mentah global sudah terkoreksi ke kisaran USD 94,6 per barel setelah sempat menembus USD 117 per barel pada akhir Oktober 2026. Koreksi itu terjadi di tengah gejolak pasar yang dipicu hasil pemilu sela Amerika Serikat 3 November 2026.
Menurut Airlangga, Partai Demokrat memenangi kursi di Senat maupun Kongres. Ia menilai komposisi politik baru di Washington akan berpengaruh pada arah kebijakan ekonomi dan geopolitik global.
“Di antara ketidakpastian ini tentu kita juga memonitor mid term election di Amerika. Kita lihat bahwa Kongres maupun Senat dikuasai oleh Demokrat, dan tentu ini akan berakibat terhadap kebijakan-kebijakan perekonomian maupun geopolitik global,” ungkapnya saat konferensi pers, Kamis (5/11).
Meski sudah turun, realisasi harga energi itu masih jauh di atas asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dalam APBN 2026 yang dipatok USD 70 per barel. Namun angka tersebut tetap berada di bawah proyeksi terburuk pemerintah, yakni USD 100 per barel.
“Kami melihat bahwa untuk energi relatif harga pembelian kita di sektor energi di bawah USD 100, sekitar USD 93 jadi sampai dengan akhir tahun relatif gejolak energi itu terserap oleh APBN,” tegas Airlangga.
- Harga minyak sempat menembus USD 117 per barel pada akhir Oktober 2026, lalu terkoreksi ke USD 94,6 per barel.
- Asumsi ICP dalam APBN 2026 sebesar USD 70 per barel, sementara proyeksi terburuk pemerintah USD 100 per barel.
- Ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen (yoy) pada kuartal III 2026.
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2026
Di tengah tekanan eksternal, Airlangga menilai perekonomian Indonesia masih stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,47 persen (yoy) pada kuartal III 2026.
Capaian itu disebut lebih tinggi dari sejumlah negara anggota G20 lain. China tumbuh 4,5 persen (yoy), Korea Selatan 3,4 persen (yoy), Jerman 1,2 persen (yoy), dan Jepang 0,7 persen (yoy).
Indonesia hanya kalah dari India yang tumbuh lebih tinggi, 7,8 persen (yoy).
Soal kondisi global, Airlangga memaparkan ekonomi dunia masih tumbuh sekitar 3,1 persen dan diperkirakan meningkat ke 3,4 persen tahun depan. Perdagangan dunia berada di kisaran 4,6–4,7 persen, sementara inflasi global tahun ini 4,7 persen dan diperkirakan turun ke 4,1 persen.
“Kalau kita lihat PMI global juga di angka 52,6 dan keyakinan konsumer di angka 47,3,” tegas Airlangga.
Tekanan El-Niño hingga Suku Bunga The Fed
Indonesia, kata Airlangga, juga terdampak fenomena El-Niño yang mencakupi sekitar 61 persen dari wilayah. Kondisi itu menambah beban sektor pangan dan produksi di dalam negeri.
Selain itu, masih ada tekanan lain seperti kenaikan suku bunga The Fed sebesar 3,75–4 persen, dan imbal hasil US Treasury 10 tahun sekitar 4,86 persen.
Kombinasi faktor eksternal itu membuat pemerintah terus memantau pergerakan pasar keuangan dan harga komoditas. Meski demikian, Airlangga tetap optimistis Indonesia bisa mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2026.
Setidaknya, kata dia, capaian kuartal IV bisa sama dengan kuartal sebelumnya di kisaran 5,4 persen.
“Untuk Q4 pemerintah tetap menargetkan secara year to date 5,4, jadi kira-kira targetnya hampir sama dengan apa yang dicapai di Q3,” ungkap Airlangga.
Hasil pemilu sela AS dan pergerakan harga minyak menjadi dua variabel yang langsung memengaruhi asumsi APBN serta biaya energi domestik.
Pertanyaan Umum
Berapa harga minyak mentah global saat ini menurut pemerintah?
Airlangga Hartarto menyebut harga minyak sempat menembus USD 117 per barel pada akhir Oktober 2026, namun kini terkoreksi ke kisaran USD 94,6 per barel.
Bagaimana dampak pemilu sela AS terhadap Indonesia?
Pemerintah menilai kemenangan Partai Demokrat di Senat dan Kongres akan memengaruhi kebijakan ekonomi dan geopolitik global, sehingga terus dipantau dampaknya terhadap pasar.
Berapa target pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2026?
Pemerintah menargetkan pertumbuhan secara year to date sebesar 5,4 persen, hampir sama dengan capaian kuartal III 2026 yang sebesar 5,47 persen (yoy).
Sumber: Kumparan
