Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Masyarakat Depok Ikut Soroti Dugaan Pembohongan Publik, Erfan: Figur Publik Harus Bertanggung Jawab

×

Masyarakat Depok Ikut Soroti Dugaan Pembohongan Publik, Erfan: Figur Publik Harus Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

DEPOK_HARIANESIA.COM– Seruan boikot terhadap sejumlah artis dan figur publik, termasuk Raffi Ahmad, William, dan pihak lainnya, turut mendapat perhatian masyarakat. Erfan, salah seorang warga Depok, menyampaikan bahwa figur publik yang memiliki pengaruh luas seharusnya mampu menjaga kepercayaan masyarakat melalui sikap dan pernyataan yang bertanggung jawab.

Menurut Erfan, momentum peringatan Sumpah Pemuda semestinya menjadi pengingat bagi seluruh anak bangsa bahwa kejujuran, persatuan, dan tanggung jawab merupakan nilai penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

“Jangan sampai popularitas dan ketenaran membuat seorang figur publik lupa bahwa masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan informasi yang benar. Kalau ada pernyataan yang dianggap menyesatkan, harus dijelaskan secara terbuka dan disertai fakta,” ujar Erfan.

Baca Juga :  Semangat Berbagi: GPIAI El Shadday dan PC API Gelar Aksi Pasar Murah di Pekayon Jaya

Ia menilai, masyarakat saat ini semakin kritis terhadap perilaku para tokoh terkenal. Artis bukan hanya dikenal karena karya dan popularitasnya, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial karena setiap pernyataan dan tindakannya dapat memengaruhi opini publik.

Erfan juga menyebut bahwa seruan boikot merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang perlu dihormati selama disampaikan secara damai, tidak mengandung ancaman, serta berdasarkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga :  DPP PGM:Jangan Kriminalisasi dan Represi Mahasiswa Yang Memperjuangkan Aspirasi Rakyat

“Rakyat jangan hanya dijadikan penonton. Masyarakat berhak mengkritik, mempertanyakan, bahkan menentukan siapa yang layak mendapatkan dukungan mereka. Tetapi semua harus berdasarkan fakta, bukan sekadar tuduhan,” tegasnya.

Ia berharap para figur publik yang namanya disebut dalam polemik tersebut dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan.

Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus diwujudkan melalui kejujuran dan tanggung jawab bersama, bukan hanya menjadi slogan dalam peringatan setiap 28 Oktober.

Baca Juga :  Eratkan Silaturahmi Dibulan Ramadhan, Komunitas INFO WARGA CILEDUG Gelar Buka Puasa Bersama

“Popularitas boleh tinggi, tetapi kejujuran dan tanggung jawab kepada masyarakat harus tetap menjadi yang utama,” tutup Erfan.

Red/Tim

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600