Perjuangan Keluarga Korban Asal Nias untuk Mendapatkan Kepastian Hukum Mendapat Dukungan Hotman Paris di Jakarta. Kolaborasi Hotman 911 dan Ratakan Law Firm Diharapkan Mampu Mendorong Penuntasan Kasus Secara Transparan dan Berkeadilan
JAKARTA -Potret ketimpangan akses terhadap keadilan kembali terlihat di Jakarta. Sepasang suami istri asal Kepulauan Nias harus menyeberang pulau menuju Ibu Kota untuk memperjuangkan keadilan atas kematian putri mereka, seorang pelajar yang menjadi korban tindak pidana pembunuhan.
Dengan hanya berbekal foto sang putri dan sejumlah dokumen perkara, keduanya mendatangi pusat bantuan hukum Hotman 911 yang digagas Advokat Hotman Paris Hutapea, Kamis (30/10). Mereka tidak datang sendiri, melainkan didampingi secara penuh oleh kuasa hukum mereka dari Ratakan Law Firm.
Pertemuan yang berlangsung di sebuah kafe di Jakarta tersebut terekam dalam dua foto yang diterima awak media. Pada foto pertama, terlihat jelas sang ayah memegang erat bingkai foto korban, didampingi istrinya. Di samping mereka berdiri Hotman Paris Hutapea dengan setelan jas bermotif khas, bersama tiga advokat dari Ratakan Law Firm.
Menurut keterangan tim Ratakan Law Firm, kasus pembunuhan yang menimpa pelajar asal Nias tersebut hingga kini belum menemukan titik terang yang memberikan rasa keadilan bagi keluarga.
“Kami dari Ratakan Law Firm menerima kuasa pendampingan dari keluarga korban. Sebagai bentuk ikhtiar maksimal, kami memfasilitasi keluarga untuk bertemu langsung dengan Bang Hotman Paris di Hotman 911. Harapannya, kasus ini mendapat atensi publik yang lebih luas sehingga proses penegakan hukumnya dapat berjalan secara profesional, transparan, dan tidak diskriminatif,” ujar Banny, Juru Bicara Ratakan Law Firm kepada awak media di Jakarta, Kamis (30/10).
Ia menambahkan, keluarga korban merupakan warga biasa yang memiliki keterbatasan dalam mengakses bantuan hukum di daerah. Kehadiran Hotman 911 dinilai menjadi jembatan harapan bagi masyarakat kecil pencari keadilan.
Dalam pertemuan tersebut, Hotman Paris Hutapea terlihat mencermati foto korban dan dokumen yang disodorkan. Ia pun memberikan isyarat dukungan. Pada foto kedua, Hotman berpose bersama salah satu advokat Ratakan Law Firm dengan mengacungkan jempol sebagai simbol komitmen.
Secara terpisah, program Hotman 911 selama ini memang dikenal sebagai wadah pengaduan masyarakat yang kesulitan mendapatkan keadilan. Kolaborasi antara Hotman 911 dengan kantor-kantor hukum daerah seperti Ratakan Law Firm menjadi model baru dalam memperluas akses bantuan hukum gratis bagi warga tidak mampu.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa negara harus hadir hingga ke pelosok, termasuk di Nias, Sumatera Utara, untuk memastikan setiap warga negara, tanpa memandang status sosial dan ekonomi, mendapatkan hak yang sama di hadapan hukum sebagaimana amanat konstitusi.
Keluarga korban berharap, dengan dikawalnya kasus ini oleh Hotman 911 dan Ratakan Law Firm, aparat penegak hukum dapat segera menuntaskan penyidikan dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku.(DW)




















