Jakarta_HARIANESIA.COM- 3 Oktober 2026 Dr. Ns. Jajang Rahmat Solihin, M.Kep.,Sp.Kep.Kom. resmi menyatakan diri sebagai Bakal Calon Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPP PPNI) Periode 2026-2031.
Dengan mengusung semangat _PPNI Kembali Untuk Anggota, Bersama Membangun Keperawatan Indonesia_, Jajang menegaskan pencalonannya bukan untuk jabatan, melainkan untuk mengembalikan marwah organisasi kepada pemilik sahnya, yaitu anggota.
“Selama puluhan tahun kita mengabdi, kita selalu ada untuk orang lain. Tapi jujur saja, pernahkah kita bertanya, siapa yang ada untuk kita? Saat teman kita dikriminalisasi, saat upah tidak layak, siapa yang memperjuangkan?” ungkap Jajang dalam pernyataan sikapnya.
Menurutnya, PPNI harus kembali menjadi rumah yang melindungi, mensejahterakan, dan membanggakan seluruh perawat dari Sabang sampai Merauke.
Jika mendapat amanah, Jajang menawarkan 5 Prioritas Perjuangan:
Diantara
1:Memperkuat Badan Bantuan Hukum (BBH) dengan layanan pengaduan terbuka, mudah, dan cepat melalui sistem keanggotaan digital. Memastikan tidak ada lagi perawat yang berjuang sendirian saat menghadapi masalah hukum.
2; Membentuk badan khusus advokasi kebijakan kesejahteraan. Menggagas skema dividen iuran, di mana iuran anggota akan dikelola transparan dan keuntungannya kembali untuk anggota dalam bentuk beasiswa, bantuan usaha, dan jaminan sosial.
3:Membentuk Dewan Pakar sebagai lembaga Monitoring dan Evaluasi untuk memperkuat Himpunan. Menargetkan setiap anggota berhak mendapatkan pelatihan kompetensi gratis dan berkelanjutan yang sertifikatnya diakui Fasyankes dan Kementerian.
4!:Mempersiapkan perawat Indonesia untuk bersaing di panggung global dengan kompetensi, kemampuan bahasa, dan penempatan kerja luar negeri yang bermartabat dan terlindungi negara.
5:Mendorong PPNI menjadi subjek penentu kebijakan, bukan hanya objek. PPNI harus punya suara kuat di Senayan, Kemenkes, dan setiap meja pengambilan keputusan.
“PPNI bukan milik pengurus. PPNI bukan milik elit. PPNI adalah rumah kita semua,” tegasnya.
Jajang menutup dengan memohon doa dan dukungan dari seluruh sejawat perawat di Indonesia.
(Herman)
