Jakarta_HARIANESIA.COM– Ketua Aktivis KPKB Dede Mulyana kembali melontarkan kritik sosial terhadap kondisi kehidupan masyarakat dan arah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin jauh dari semangat pengabdian terhadap rakyat. Dalam pernyataannya, Dede Aktivis KPKB mempertanyakan berbagai aspek pelayanan dan kepedulian negara yang saat ini dinilai selalu dikaitkan dengan anggaran.
“Jika negara benar-benar peduli terhadap anak bangsa, lantas kenapa semua serba dianggarkan. Mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga kepentingan rakyat kecil, semuanya selalu berbicara soal anggaran. Padahal rakyat membutuhkan kehadiran dan kepedulian nyata,” ujar Pentolan Aktivis KPKB kepada wartawan.
Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat, terutama saat rakyat menghadapi kesulitan ekonomi, meningkatnya pengangguran, serta mahalnya kebutuhan pokok. Ia menilai pemerintah seharusnya lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibandingkan kepentingan birokrasi dan formalitas administrasi.
Aktivis KPKB juga menyoroti bahwa banyak program yang digadang-gadang untuk kesejahteraan masyarakat justru berjalan lambat dengan alasan keterbatasan anggaran. Sementara di sisi lain, masih ditemukan dugaan pemborosan anggaran dan proyek yang dianggap kurang menyentuh kebutuhan dasar rakyat.
“Kami tidak anti terhadap anggaran negara, namun jangan sampai rasa kemanusiaan dan tanggung jawab terhadap rakyat kalah oleh alasan administrasi dan birokrasi. Negara hadir bukan hanya saat ada anggaran, tetapi saat rakyat membutuhkan perlindungan dan solusi,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat lebih peka terhadap kondisi sosial masyarakat saat ini, terutama bagi kalangan rakyat kecil yang terus berjuang di tengah tekanan ekonomi.
Aktivis KPKB menambahkan bahwa kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu memberikan rasa keadilan, kesejahteraan, dan harapan bagi generasi penerus bangsa.
Penulis : Dol23
