Ekonomi

IHSG Melemah Pekan Pertama November, Transaksi Harian BEI Turun 23%

IHSG Melemah Pekan Pertama November — Pergerakan IHSG melemah 0,13 persen ke level 5.050,42 pada pekan pertama November 2026
IHSG ditutup melemah 0,13 persen ke level 5.050,42 pada 6 November 2026, seiring penurunan aktivitas transaksi harian BEI.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,13 persen sepanjang perdagangan 2–6 November 2026. Indeks bergerak dari 5.057,05 pada pekan sebelumnya menjadi 5.050,42 pada penutupan perdagangan Jumat (6/11). Koreksi tipis itu terjadi bersama penurunan kapitalisasi pasar dan aktivitas transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IHSG adalah indeks yang mengukur pergerakan harga saham tercatat di BEI. Pelemahan mingguan 0,13 persen membuat indeks berakhir di level 5.050,42. Posisi itu menjadi acuan awal untuk melihat arah pasar saham domestik pada pekan tersebut.

Sejalan dengan IHSG, kapitalisasi pasar BEI turun 1,34 persen menjadi Rp 8.744 triliun. Sebelumnya, kapitalisasi pasar tercatat Rp 8.862 triliun. Kapitalisasi pasar mencerminkan nilai total saham tercatat di bursa, sehingga penurunannya menunjukkan nilai pasar saham secara agregat ikut menyusut.

IHSG 5.050,42
IHSG pekan sebelumnya 5.057,05
Kapitalisasi pasar Rp 8.744 triliun
Kapitalisasi pasar pekan sebelumnya Rp 8.862 triliun
Rata-rata volume harian 31,29 miliar saham
Rata-rata nilai transaksi harian Rp 11,04 triliun
Net buy asing Jumat (6/11) Rp 328,20 miliar

Koreksi Tipis IHSG pada Pekan 2–6 November 2026

Koreksi IHSG terjadi di tengah penurunan sejumlah indikator perdagangan. Meski demikian, pelemahan indeks tercatat relatif tipis, yaitu 0,13 persen. Angka itu menunjukkan IHSG berakhir lebih rendah, tetapi tidak mengalami penurunan tajam pada periode tersebut.

Penurunan indeks juga tercermin dari kapitalisasi pasar yang turun 1,34 persen. Dengan demikian, IHSG dan kapitalisasi pasar sama-sama mencatat koreksi pada pekan 2–6 November 2026. Keduanya menjadi indikator awal untuk membaca kondisi pasar saham pada pekan itu.

Aktivitas perdagangan saham di BEI turut mengalami penurunan. Rata-rata volume transaksi harian terkoreksi 3,50 persen menjadi 31,29 miliar saham dari sebelumnya 32,43 miliar saham. Penurunan volume menunjukkan jumlah saham yang diperdagangkan setiap hari berkurang dibandingkan pekan sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang merosot 23 persen menjadi Rp 11,04 triliun. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp 14,34 triliun. Dengan begitu, nilai transaksi harian turun lebih dalam dibandingkan volume transaksi harian.

Pergerakan mingguan ini penting karena IHSG, kapitalisasi pasar, dan nilai transaksi memberi gambaran tentang minat investor di pasar saham domestik pada pekan tersebut.

Kapitalisasi Pasar dan Nilai Transaksi Ikut Menurun

Kapitalisasi pasar BEI berada di Rp 8.744 triliun pada akhir periode, turun dari Rp 8.862 triliun. Penurunan 1,34 persen itu terjadi bersamaan dengan koreksi IHSG sebesar 0,13 persen. Kombinasi kedua angka menunjukkan nilai pasar saham secara keseluruhan ikut menyesuaikan pada pekan tersebut.

Dari sisi aktivitas, rata-rata volume transaksi harian turun menjadi 31,29 miliar saham. Sebelumnya, rata-rata volume transaksi harian tercatat 32,43 miliar saham. Penurunan 3,50 persen ini menggambarkan berkurangnya jumlah saham yang berpindah tangan setiap hari.

Rata-rata nilai transaksi harian juga turun menjadi Rp 11,04 triliun. Sebelumnya, rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 14,34 triliun. Penurunan 23 persen pada nilai transaksi harian lebih besar dibandingkan penurunan volume transaksi harian.

Data tersebut memperlihatkan bahwa pelemahan pasar tidak hanya terlihat pada indeks. Kapitalisasi pasar, volume transaksi, dan nilai transaksi harian sama-sama mencatat penurunan pada periode 2–6 November 2026. Semua indikator itu berasal dari periode perdagangan yang sama.

Posisi Investor Asing: Net Buy Harian, Net Sell Tahunan

Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Elsierra Putri Yosita mengatakan investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy sebesar Rp 328,20 miliar pada perdagangan Jumat (6/11). Aksi beli bersih itu terjadi pada hari terakhir perdagangan dalam periode tersebut. Keterangan itu diterima Minggu (8/11).

“Adapun pada perdagangan Jumat (6/11), investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 328,20 miliar.”

— Elsierra Putri Yosita, Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia

Meski demikian, secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp 98,08 triliun. Posisi itu menunjukkan arus dana asing secara tahunan masih keluar dari pasar saham domestik. Net buy pada Jumat (6/11) belum mengubah posisi kumulatif tersebut.

Dalam konteks pekan 2–6 November 2026, net buy harian menjadi catatan tersendiri di tengah penurunan IHSG, kapitalisasi pasar, dan aktivitas transaksi. Angka net buy Rp 328,20 miliar berlaku untuk perdagangan Jumat (6/11). Sementara itu, angka net sell Rp 98,08 triliun berlaku secara kumulatif sepanjang 2026.

Dengan demikian, terdapat dua gambaran arus investor asing yang berbeda: positif pada perdagangan Jumat (6/11), tetapi masih negatif secara kumulatif sepanjang tahun. Keduanya perlu dibaca sesuai periode masing-masing. Data harian dan data kumulatif tidak menggambarkan hal yang sama.

Pertanyaan Umum

Berapa penurunan IHSG pada periode 2–6 November 2026?

IHSG melemah 0,13 persen, dari 5.057,05 menjadi 5.050,42 pada penutupan perdagangan Jumat (6/11).

Berapa kapitalisasi pasar BEI pada akhir periode tersebut?

Kapitalisasi pasar BEI tercatat Rp 8.744 triliun, turun 1,34 persen dari Rp 8.862 triliun pada pekan sebelumnya.

Apakah investor asing membukukan net buy pada 6 November 2026?

Ya. Investor asing mencatat net buy Rp 328,20 miliar pada perdagangan Jumat (6/11). Namun, secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih net sell Rp 98,08 triliun.

Sumber: JawaPos

Exit mobile version