Ekonomi

Asing Lepas Saham Bank Besar BBCA BBRI, Beralih ke BRMS ASII

Asing Lepas Saham Bank Besar BBCA BBRI — Ilustrasi pergerakan saham bank besar di Bursa Efek Indonesia saat investor asing melakukan net sell
Investor asing mencatat jual bersih Rp138,71 miliar pada 30 Oktober 2026, terpusat pada saham bank jumbo.

Investor asing kembali membukukan jual bersih senilai Rp138,71 miliar pada Jumat (30/10/2026). Aksi lepas itu terpusat pada saham bank jumbo, sementara sebagian dana justru diputar masuk ke saham berbasis komoditas.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 Oktober 2026, akumulasi nilai jual bersih atau net sell investor asing di lantai bursa telah mencapai Rp97,92 triliun sejak awal tahun.

Laporan mingguan The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) menunjukkan tekanan jual asing masih dominan menekan indeks harga saham gabungan dalam sepekan. Broker asing seperti UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatatkan net sell sekitar Rp2,7 triliun, sedangkan Maybank Sekuritas Indonesia (ZP) mencatatkan net sell sekitar Rp1,3 triliun.

“Secara struktural, penjualan asing terkonsentrasi di BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI dengan akumulasi Rp67,2 triliun sepanjang 2026, setara 61% dari total arus keluar asing di pasar reguler,” tulis TICMI, dikutip Sabtu (31/10/2026).

  • Net sell asing pada Jumat (30/10/2026) mencapai Rp138,71 miliar.
  • Akumulasi net sell asing sejak awal tahun menembus Rp97,92 triliun.
  • Empat bank jumbo menyumbang Rp67,2 triliun atau 61% dari total arus keluar asing di pasar reguler.

Rotasi ke Saham Komoditas

Meskipun demikian, investor asing tidak sepenuhnya meninggalkan pasar saham Indonesia. TICMI memantau investor asing melakukan rotasi dengan masuk ke saham berbasis komoditas, dengan kecenderungan ke saham tambang emas dan mineral.

Tercatat investor asing melakukan beli bersih atau net buy di saham BRMS sekitar Rp158 miliar, ASII sekitar Rp140 miliar, ENRG sekitar Rp79 miliar, dan DEWA sekitar Rp68 miliar.

“Rotasi ini mengindikasikan asing memilih eksposur komoditas yang punya lindung nilai alami terhadap pelemahan rupiah,” tulis TICMI.

Domestik Jadi Penyerap Utama

Di sisi lain, investor domestik menjadi penyerap utama saham-saham yang dilepas asing. Saham BMRI diborong dengan net buy sekitar Rp1,15 triliun, disusul TLKM sekitar Rp1,13 triliun, BBRI sekitar Rp0,65 triliun, BBCA sekitar Rp0,39 triliun, dan BBNI sekitar Rp0,38 triliun.

Kendati demikian, TICMI mencatat skala pembelian menyusut tajam. Net buy domestik di BBCA, misalnya, yang pekan lalu sekitar Rp5,2 triliun kini tinggal sekitar Rp0,39 triliun.

Pekan lalu: net buy domestik di BBCA sekitar Rp5,2 triliun

Pekan ini: net buy domestik di BBCA sekitar Rp0,39 triliun

IHSG Terkoreksi 7,03%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan signifikan sepanjang perdagangan pekan 26–30 Oktober 2026. IHSG terkoreksi 7,03% dan ditutup pada level 5.057,05, dibandingkan posisi 5.439,25 pada penutupan pekan sebelumnya.

Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mengalami penurunan sebesar 7,52% menjadi Rp8.862 triliun, dari sebelumnya Rp9.583 triliun.

Aktivitas perdagangan saham turut mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya. Rata-rata nilai transaksi harian BEI terkoreksi 29,49% menjadi Rp14,33 triliun, dari Rp20,34 triliun pada pekan sebelumnya.

Penurunan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian yang menyusut 20,99% menjadi 1,54 juta kali transaksi, dibandingkan 1,95 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian BEI turun 18,85% menjadi 32,428 miliar lembar saham, dari sebelumnya 39,959 miliar lembar saham.

Indikator Pekan 26–30 Oktober 2026 Perubahan
IHSG -7,03% ke 5.057,05
Kapitalisasi pasar BEI -7,52% ke Rp8.862 triliun
Rata-rata nilai transaksi harian -29,49% ke Rp14,33 triliun
Rata-rata frekuensi transaksi harian -20,99% ke 1,54 juta transaksi
Rata-rata volume transaksi harian -18,85% ke 32,428 miliar lembar

Pertanyaan Umum

Berapa nilai net sell investor asing pada Jumat, 30 Oktober 2026?

Investor asing membukukan jual bersih senilai Rp138,71 miliar pada Jumat (30/10/2026), dengan akumulasi net sell sejak awal tahun mencapai Rp97,92 triliun.

Saham apa saja yang paling banyak dilepas asing sepanjang 2026?

Penjualan asing terkonsentrasi di BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI dengan akumulasi Rp67,2 triliun, setara 61% dari total arus keluar asing di pasar reguler.

Ke mana dana asing dialihkan?

TICMI memantau rotasi ke saham berbasis komoditas, terutama tambang emas dan mineral, dengan net buy di BRMS sekitar Rp158 miliar, ASII sekitar Rp140 miliar, ENRG sekitar Rp79 miliar, dan DEWA sekitar Rp68 miliar.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Sumber: Bisnis.com

Exit mobile version