Edukasi

I Ketut Kariyasa Adnyana: KMS Soekarno Cup XIII Tidak Hanya Melahirkan Juara, Tapi Gerakan Pembinaan Karakter Berkelanjutan

SINGARAJA_HARIANESIA.COM_ Upaya mencetak generasi muda yang berkarakter, berprestasi, dan berkepribadian dalam kebudayaan terus dilakukan kader PDI Perjuangan. Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana, S.P., menggagas turnamen futsal pelajar KMS Soekarno Cup XIII yang resmi bergulir di GOR Bhuana Patra Singaraja, Minggu (20/9/2026).

Turnamen yang berlangsung selama sebulan penuh tersebut dibuka oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna, serta dihadiri Forkopimda, jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Buleleng, dan ratusan pelajar SMP-SMA-SMK se-Buleleng.

Dalam sambutannya di hadapan ratusan pelajar yang memadati tribun GOR Bhuana Patra, Kariyasa menegaskan bahwa KMS Soekarno Cup merupakan implementasi nyata ajaran Bung Karno tentang pentingnya pembangunan jiwa dan raga generasi penerus bangsa, sekaligus pengamalan Trisakti Bung Karno.

“Kami di PDI Perjuangan diajarkan oleh Ibu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk selalu turun ke bawah, berbaur bersama rakyat, khususnya generasi muda. KMS Soekarno Cup ini adalah wujud pengamalan Trisakti Bung Karno – berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” ujar Kariyasa.

Pembinaan Karakter Berkelanjutan

Tokoh milenial PDI Perjuangan Bali ini menambahkan, turnamen ini tidak hanya berorientasi pada pencarian juara. Lebih dari itu, KMS Cup diharapkan menjadi gerakan pembinaan karakter yang berkelanjutan.

“Turnamen KMS Soekarno Cup XIII Diharapkan Tidak Hanya Melahirkan Juara Baru, Tapi Jadi Gerakan Pembinaan Karakter Prestasi Berkelanjutan,” tegas Kariyasa, sesuai tagline dalam poster resmi turnamen.

Menurutnya, ada tiga filosofi utama yang diusung dalam KMS Soekarno Cup XIII:

Pertama, Kalah Menang Sehat dengan Semangat Gotong Royong. Turnamen ini menjadi ruang positif bagi pelajar Buleleng untuk menyalurkan energi dan bakat secara konstruktif, sehingga terhindar dari ancaman narkoba, judi online, dan pergaulan negatif. Filosofi ini mengajarkan sportivitas bahwa menang dan kalah adalah hal biasa, yang terpenting adalah kesehatan jiwa dan raga.

Kedua, Spirit Bung Karno – Gantungkan Cita-Citamu Setinggi Langit. Melalui quote Bung Karno tersebut, PDI Perjuangan ingin menanamkan mentalitas kepada anak muda Buleleng untuk berani bermimpi besar dan percaya diri. Dari pelosok Buleleng, diyakini mampu lahir atlet-atlet nasional yang mengharumkan Merah Putih.

Ketiga, Menjaring Bibit Atlet Sebagai Investasi Masa Depan. KMS Cup telah terbukti melahirkan bibit-bibit atlet futsal berbakat yang kini berkiprah di tim Porprov, PON, hingga Liga Profesional. Hal ini menjadi bukti kerja nyata kader PDI Perjuangan dalam membangun sumber daya manusia unggul.

“KMS Cup adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak muda Buleleng. Kita harus hadir memberikan wadah positif agar mereka dapat menyalurkan bakatnya dan kelak mengharumkan nama Buleleng dan Bali di tingkat nasional. Ini adalah kerja ideologis yang akan terus kami jaga,” pungkasnya.

Adapun KMS Soekarno Cup XIII akan berlangsung selama sebulan penuh di GOR Bhuana Patra Singaraja dengan diikuti 64 tim pelajar se-Buleleng yang memperebutkan piala bergilir Soekarno Cup serta pembinaan atlet berjenjang.

(DW)

Exit mobile version