Edukasi

PAM JAYA Percepat Transformasi Digital: Dari AI Call Center hingga Water Hub, Arief Nasrudin Janjikan Layanan Semudah Pesan Ojek Online

Jakarta_HARIANESIA.COM_ Ditengah target ambisius 100 persen cakupan air perpipaan Jakarta pada 2029, PAM JAYA tidak lagi bermain di ranah pipa dan pompa semata. Hari ini, Kamis, 5 November 2026, BUMD air minum milik DKI itu memamerkan lompatan paling modern dalam sejarahnya: layanan pelanggan yang sepenuhnya didigitalisasi.

Jika dulu mengurus sambungan baru atau melapor kebocoran harus datang ke kantor, kini semua digenggam dari ponsel. Inilah wajah baru PAM JAYA.

Tiga Inovasi Kunci Pelayanan Pelanggan 2026*

Berdasarkan penelusuran Awak Medi, akselerasi digital PAM JAYA bertumpu pada tiga pilar yang semuanya sudah _go live_ tahun ini.

Pertama_, *AI Call Center dan Command Center Real Time.* Sejak 1 Januari 2026, sistem Call Center PAM JAYA tidak lagi dijaga operator manual sepenuhnya. Sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) mampu menjawab laporan 24 jam, mengklasifikasi aduan bocor, air keruh, hingga meter bermasalah, dan langsung diteruskan ke petugas lapangan terdekat melalui Command Center di IPA Pejompongan.

Waktu respons yang semula berjam-jam, kini diklaim turun menjadi hitungan menit.

Kedua_, *Satu Aplikasi, Semua Urusan: C2M dan ERP Fusion.* Pada 15 Januari 2026, PAM JAYA mengaktifkan sistem ERP Fusion untuk integrasi data pelanggan dan keuangan. Puncaknya Juni 2026, aplikasi C2M (Customer to Meter) diluncurkan. Melalui aplikasi ini, pelanggan bisa:

– Pasang baru secara online tanpa calo
– Cek tagihan dan riwayat pemakaian harian
– Bayar tagihan dengan e-wallet
– Lapor gangguan dengan foto dan titik GPS
– Memantau progres perbaikan petugas secara _live_

Ketiga_, *Inovasi Produk: Water Hub dan Water Purifier.* Untuk menjawab keraguan warga soal kualitas, PAM JAYA membangun _Water Hub_ – stasiun air minum langsung yang menangkap uap air dari atmosfer hasil kerja sama teknologi Swiss di koridor Sudirman-Thamrin. Sementara untuk di rumah, PAM JAYA mengenalkan Water Purifier, alat penyaring yang membuat air keran langsung bisa diminum tanpa harus membeli AMDK.

Capaian cakupan pun bicara. Dari 59,53% saat pengambilalihan pengelolaan dari swasta Aetra-Palija di Februari 2023, per hari ini cakupan telah menembus 80,24% atau setara 1,18 juta sambungan, dengan panjang pipa bertambah dari 12.195 km menjadi 16.234 km.

Statement Dirut: Layanan Harus Semudah Pesan Ojek Online*

Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin, dalam keterangannya kepada awak media hari ini menegaskan, transformasi digital adalah harga mati.

“Visi kami sederhana: membuat urusan air di Jakarta semudah memesan ojek online. Pelanggan tidak boleh lagi dipersulit. Cukup dari HP, semua selesai. Kami tidak hanya membangun pipa, tapi membangun kepercayaan,” ujar Arief.

Arief menekankan, teknologi adalah alat untuk mencapai kepuasan pelanggan.

“AI Call Center, aplikasi C2M, dan gedung Sentra Pelayanan 11 lantai di Pejompongan dengan konsep ‘Urban Water Falling’ yang kami bangun dengan War Room dan Pusat Edukasi Air, semua itu untuk satu tujuan: transparansi dan kecepatan. Jika ada kebocoran, pelanggan bisa lihat petugasnya sudah di mana. Jika tagihan naik, bisa cek pemakaian hariannya. Tidak ada lagi ruang gelap,” katanya.

Harapan Dirut: Berhenti Minum Air Tanah, Beralih ke Air Perpipaan.

Terkait kebijakan Minimum Consumption 10 m3 yang mulai berlaku pemakaian November 2026 ini, Arief menitipkan harapan besar.

“Harapan saya, warga Jakarta mau berhenti minum air tanah. Ini bukan soal bisnis. Ini soal menyelamatkan Jakarta dari tenggelam. Tarif kami tetap yang termurah di Indonesia, Rp1.000 per kubik atau Rp1 per liter untuk rumah tangga sederhana. Dengan tarif itu, kami berikan kualitas terbaik dan layanan digital termudah,” tutur Arief.

“Target kami di akhir tahun ini, 80 persen warga Jakarta sudah tersenyum karena air mengalir 24 jam, jernih, dan semua urusan bisa selesai dari rumah. Menuju 2029, 100 persen Jakarta terlayani, itu janji kami,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aplikasi C2M PAM JAYA telah diunduh ratusan ribu pelanggan dan menjadi kanal pengaduan utama yang dinilai paling responsif dibandingkan kanal konvensional.

M.Rojai

Exit mobile version