Lebak_HARIANESIA.COM– Rencana pengadaan sepatu untuk program Sekolah Rakyat dengan harga sekitar Rp700 ribu per pasang menuai sorotan. Ketua Umum Aktivis LSM KPKB, Dede Mulyana, menilai nilai tersebut terlalu tinggi apabila menggunakan anggaran negara.
Menurut Dede Mulyana, pemerintah dan DPR perlu melakukan evaluasi terhadap rencana pengadaan tersebut agar anggaran dapat digunakan secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas barang yang diterima siswa.
“Kami meminta DPR RI menjalankan fungsi pengawasan dengan meninjau kembali harga pengadaan sepatu tersebut. Jika memang masih memungkinkan untuk mendapatkan kualitas yang baik dengan harga lebih rendah, sebaiknya dilakukan negosiasi sehingga anggaran negara bisa dihemat,” ujarnya.
Aktivis KPKB mengusulkan agar harga pengadaan dapat ditekan, misalnya menjadi sekitar Rp250 ribu per pasang, apabila hasil evaluasi menunjukkan spesifikasi yang dibutuhkan tetap dapat dipenuhi. Menurutnya, penghematan anggaran dapat dialihkan untuk kebutuhan pendidikan lainnya yang lebih luas.
Ia juga mendorong agar seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan, kompetitif, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga penggunaan uang negara dapat dipertanggungjawabkan dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Aktivis KPKB berharap pemerintah, DPR RI, dan pihak terkait membuka informasi mengenai spesifikasi, dasar penetapan harga, serta mekanisme pengadaan, agar publik memperoleh penjelasan yang utuh dan tidak menimbulkan polemik.
Dede
