SRAGEN – Menghadapi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau, sekaligus mengantisipasi maraknya kebakaran permukiman akibat kelalaian dan korsleting listrik, Polres Sragen bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla dan Kebakaran Pemukiman di Lapangan Mapolres Sragen, Kamis (6/8/2026).
Apel ini menjadi bentuk komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat kesiapsiagaan, menyatukan pola penanganan, serta memastikan respons cepat terhadap setiap potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Sragen.
Kegiatan apel kesiapsiagaan penanganan Karhutla dipimpin Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari bersama Wakil Bupati H Suroto serta dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sragen, jajaran Forkopimda Kabupaten Sragen, serta dinas instansi terkait, di antaranya Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, BPBD, Badan Kesbangpol, PT JSN, BKPH Tangen, serta unsur TNI dan instansi pendukung lainnya. Apel juga diikuti seluruh personel Polres Sragen dengan total kekuatan mencapai 479 personel.
Dalam keterangannya, Kapolres Sragen menjelaskan bahwa sebelumnya Polres telah menggelar rapat koordinasi bersama BPBD Kabupaten Sragen dan seluruh instansi terkait untuk menyusun mekanisme penanganan kebakaran secara terpadu melalui Standard Operating Procedure (SOP).
“Kemarin kita sudah melaksanakan rapat koordinasi penanganan karhutla bersama BPBD Kabupaten Sragen. Kita sudah memiliki SOP dan mekanisme penanganan sehingga apabila terjadi kebakaran, seluruh unsur dapat bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pemadaman secara terpadu,” ujar AKBP Dewiana.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat, khususnya pemilik lahan pertanian maupun perkebunan tebu, agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
Apabila pembakaran tidak dapat dihindari, pelaksanaannya harus direncanakan dengan baik serta dikoordinasikan dengan aparat pemerintah maupun aparat keamanan setempat agar tidak memicu kebakaran yang meluas.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar selalu waspada dan berkoordinasi dengan aparat setempat apabila akan melakukan pembakaran lahan. Semua harus direncanakan dan dimitigasi dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan,” tegasnya.
Dalam aspek kesiapan sarana dan prasarana, Polres Sragen mengandalkan sinergi lintas sektor. Selain dukungan tiga unit armada Pemadam Kebakaran dan mobil tangki multifungsi milik BPBD Kabupaten Sragen, kekuatan pemadaman juga diperkuat oleh Yonif 408/Suhbrastha yang menyiagakan satu unit mobil pemadam kebakaran watertank serta Kodim 0725/Sragen dengan satu unit armada pendukung.
Menurut Kapolres, kolaborasi tersebut memastikan kesiapan sumber daya dalam menghadapi berbagai potensi kebakaran selama musim kemarau.
“Meskipun sarana prasarana di Polres masih terbatas, kami mendapat dukungan penuh dari Damkar, BPBD, Yonif 408 yang menyiagakan satu unit mobil pemadam, serta Kodim 0725/Sragen dengan satu unit armada. Sinergi ini menjadi kekuatan bersama dalam mempercepat penanganan kebakaran di Kabupaten Sragen,” jelasnya.
Selain memperkuat kesiapan personel dan peralatan, Polres Sragen juga menitikberatkan upaya pencegahan melalui edukasi kepada masyarakat.
Langkah preemtif dan preventif dilakukan dengan mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas, berkolaborasi dengan pemerintah desa, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi dan edukasi mengenai pencegahan Karhutla maupun kebakaran permukiman.
Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan di Kabupaten Sragen.
Mariyo




















