Bogor_HARIANESIA.COM_Kesadaran menjaga kelestarian lingkungan tidak cukup hanya melalui diskusi dan wacana. Dibutuhkan aksi nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk menghadapi tantangan perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang semakin nyata.
Semangat itulah yang kini dilakukan Forum Komunikasi Masyarakat Gunung Salak (FKMGS) melalui kolaborasi bersama program POLU Net Sink 2030.
Rangkaian kegiatan penanaman pohon dimulai sejak 13 hingga 15 Mei 2026 dengan agenda pembersihan lahan dan pembuatan lubang tanam sebagai persiapan utama. Tahapan awal ini menjadi bagian penting agar proses penanaman berjalan maksimal dan tanaman yang ditanam nantinya dapat tumbuh dengan baik.
Memasuki 16 hingga 19 Mei 2026, kegiatan dilanjutkan dengan proses penanaman secara bertahap. Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 19 Mei 2026 dengan agenda penanaman serentak bersama para tamu undangan serta berbagai elemen yang terlibat dalam gerakan peduli lingkungan tersebut.
Ketua FKMGS, Deny Supriyadi yang akrab disapa Daeng Haidin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Menurutnya, gerakan penghijauan harus menjadi budaya bersama. Upaya menjaga bumi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari komunitas, pemerintah, relawan hingga masyarakat umum.
Kolaborasi FKMGS dan POLU Net Sink 2030 menjadi contoh bahwa gerakan lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana namun memberi dampak jangka panjang. Penanaman pohon bukan hanya memperbaiki kualitas udara dan menjaga sumber air, tetapi juga menjadi investasi lingkungan bagi generasi mendatang.
Di tengah berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi saat ini, gerakan seperti ini diharapkan menjadi inspirasi bahwa perubahan besar selalu berawal dari aksi kecil yang dilakukan bersama-sama. Sebab menjaga bumi bukan tugas segelintir orang, melainkan tanggung jawab seluruh umat manusia.
