Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Doa dari Taman Ismail Marzuki: Ketika Seni Menolak Lupa pada yang Tertimpa

×

Doa dari Taman Ismail Marzuki: Ketika Seni Menolak Lupa pada yang Tertimpa

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Di tengah kota yang kerap lupa pada dukanya sendiri, seniman di TIM memilih menyalakan lilin

JAKARTA,HARIANESIA.COM_ Di tengah kota yang kerap lupa pada dukanya sendiri, cahaya lilin menyala di Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Bukan dari lampu panggung, melainkan dari ketulusan.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Front Penggerak Seniman Taman Ismail Marzuki (FSP-TIM) menggelar Malam Doa dan Panggung Solidaritas Kemanusiaan. Malam itu, TIM tidak mementaskan pertunjukan. Ia menggelar kepedulian.

Panggung solidaritas itu lahir dari kegelisahan. Tentang mereka yang belum pulang, tentang keluarga yang menanti dalam sepi.

Baca Juga :  Aspirasi Ribuan Petani Bogor Sampai ke Menteri ATR/BPN, Sengketa Lahan PT BSS Jadi Sorotan

“Malam doa ini kami gagas berangkat dari ketulusan dan keikhlasan kami sebagai seniman, serta rasa cinta kami terhadap sesama manusia ciptaan Tuhan. Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk panggilan moral kami sebagai anak bangsa yang tergabung dalam Front Penggerak Seniman Taman Ismail Marzuki,” ujar David di lokasi acara.

David menjelaskan, panggung pada malam itu akan diisi dengan beragam persembahan seni dari para pegiat kebudayaan serta sesi mimbar bebas. Tidak ada bintang tamu, yang ada adalah sesama manusia yang terpanggil.

Baca Juga :  Polres Jepara Gelar Tes Urine ke Anggota Dadakan Antisipasi Penyalahgunaan Narkoba, Ini Hasilnya

“Kami yang tergabung dalam keluarga besar Front Penggerak Seniman Taman Ismail Marzuki akan menghadirkan persembahan dalam bentuk puisi, tari, musik, orasi, serta sesi _open mic_ bagi siapa saja yang terpanggil untuk peduli terhadap saudara-saudara kita yang kini sedang tertimpa musibah,” tuturnya.

Bagi FSP-TIM, seni tidak boleh netral ketika kemanusiaan sedang diuji. Puisi dibacakan bukan untuk keindahan diksi, tapi untuk menyebut nama. Tari ditarikan bukan untuk kekaguman, tapi untuk memeluk duka.

Melalui panggung solidaritas ini, pesan yang ingin disampaikan sederhana namun paling dibutuhkan hari ini.

Baca Juga :  Skandal Tak Kunjung Usai.!! DLH Kabupaten Bogor Dituding Lalai: Pajak Mobil Dinas Diduga Mati Bertahun-Tahun, Sekdis Beri Alasan Tak Masuk Akal

Melalui panggung solidaritas ini, David berharap dukungan moral terus mengalir dan meyakini bahwa keluarga maupun korban yang belum ditemukan tidak berjuang sendirian.

Malam ini, TIM membuktikan: ketika negara abai pada air mata, seni menolak untuk lupa.

DETAIL ACARA Kegiatan:

Malam Doa & Panggung
Solidaritas Kemanusiaan
Penyelenggara: Front Penggerak Seniman Taman Ismail Marzuki (FSP-TIM)
Lokasi: Taman Ismail Marzuki, Jakarta
Agenda:Pembacaan puisi, persembahan tari & musik, orasi kebangsaan, mimbar bebas / open mic solidaritas

(Dwi Wahyudi)

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600