Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Hukum

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Siap Operasikan Mesin Pemantau Produksi Rokok di Pabrikan Mulai 2027

×

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Siap Operasikan Mesin Pemantau Produksi Rokok di Pabrikan Mulai 2027

Sebarkan artikel ini
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Siap Operasikan Mesin Pemantau Produksi Rokok di Pabrikan Mulai 2027
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Siap Operasikan Mesin Pemantau Produksi Rokok di Pabrikan Mulai 2027
Banner Iklan Harianesia 468x60

Harianesia – 16 Juni 2026 | Kamu perlu tahu bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu) menargetkan pengoperasian mesin pemantau produksi rokok secara real time untuk beroperasi efektif pada 2027. Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Djaka Budhi Utama mengatakan, pihaknya bakal melakukan piloting terlebih dahulu atas pengoperasian teknologi baru tersebut dalam waktu dekat.

Bagaimana Prosesnya?

Proses ini akan dimulai dengan mengoperasikan 100 mesin terlebih dahulu untuk bisa memantau secara real time produksi rokok di pabrikan. Pengoperasiannya secara penuh akan dilakukan bertahap.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Adapun teknologi baru yang digunakan untuk meningkatkan pengawasan produksi rokok ini memungkinkan otoritas untuk memantau secara langsung (real-time) dan otomatis atas produksi rokok di pabrikan.

Baca Juga :  Kalapas Purwodadi Sampaikan Terima Kasih kepada Menteri Pertanian dan Bupati Grobogan Atas Bantuan Traktor Kubota

Apa Yang Terjadi Selanjutnya?

Selain itu, terdapat beberapa kasus yang sedang berlangsung terkait dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, seperti kasus dugaan suap impor yang menyeret sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Spesialis Analisis Kontra Intelijen, R. Gautama Wiranegara, mengingatkan bahwa rantai pembuktian perkara masih menyisakan pertanyaan penting yang belum terjawab.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama juga bicara terkait nasib rekrutmen pegawai lulusan SMA yang katanya akan dibuka Mei 2026. Pendaftaran belum juga dibuka lantaran masih menunggu proses rekrutmen secara nasional calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Baca Juga :  Diduga Langgar Konstitusi, Kapolri dan Kabawas Mahkamah Agung di Tuntut 1 Triliun

Kesimpulan

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berusaha meningkatkan pengawasan dan pelayanan dengan teknologi baru dan rekrutmen pegawai baru. Namun, masih terdapat beberapa kasus yang sedang berlangsung yang perlu diselesaikan.

FAQ

Pertanyaan 1: Apa yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk meningkatkan pengawasan produksi rokok?
Jawaban: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan mengoperasikan mesin pemantau produksi rokok secara real time.

Pertanyaan 2: Kapan pengoperasian mesin pemantau produksi rokok secara real time akan dimulai?
Jawaban: Pengoperasian mesin pemantau produksi rokok secara real time akan dimulai pada 2027.

Baca Juga :  Dugaan Overstaying Tahanan: Proses Hukum Perkara Penipuan dan Penggelapan di Sukabumi Dinilai Langgar Aturan Hukum

Pertanyaan 3: Apa yang terjadi dalam kasus dugaan suap impor yang menyeret sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai?
Jawaban: Kasus dugaan suap impor yang menyeret sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai masih dalam proses penyidikan.

Pertanyaan 4: Berapa banyak pegawai lulusan SMA yang akan direkrut oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai?
Jawaban: Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan merekrut 300 pegawai lulusan SMA.

Pertanyaan 5: Kapan pendaftaran rekrutmen pegawai lulusan SMA akan dibuka?
Jawaban: Pendaftaran rekrutmen pegawai lulusan SMA belum dibuka karena masih menunggu proses rekrutmen secara nasional calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600