Perdagangan saham-saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia pada 15 September 2026 ditutup dengan pelemahan luas, terutama di kelompok saham berasio harga terhadap laba (PER) tertinggi. Total nilai transaksi bursa hari itu tercatat Rp12,7 triliun, sementara investor asing membukukan net jual baik dari sisi volume maupun nilai.
Net jual asing tercatat 90,4 juta saham dengan nilai mencapai Rp349,3 miliar. Tekanan jual ini sejalan dengan pelemahan yang terjadi hampir merata di seluruh kelompok saham yang diulas dalam data perdagangan tersebut.
Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya. Sementara rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham. Kedua rasio ini menjadi acuan umum untuk menilai apakah sebuah saham tergolong mahal atau murah relatif terhadap kinerja fundamentalnya.
Grafik IHSG (15 September 2026)
Wall Street Turun Dipicu Lonjakan Harga Minyak dan Yield US Treasury yang Mencapai 5%
BBNI Jadi Penurun Terbesar, ANTM Melawan Arus
Di kelompok saham dengan PER menengah, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatat penurunan terbesar, yaitu 3,10%. PT Aneka Tambang (ANTM) justru melawan arus dengan kenaikan 2,51%, membalikkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya.
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Bank Mandiri (BMRI) turut melemah lebih dari 2%, sementara PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) stagnan di harga penutupan sebelumnya.
| Kode | Close | PER | PBV | Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| BBTN | 1.185 | 3,46 | 0,44 | -2,47% |
| INKP | 8.675 | 3,57 | 0,37 | -1,70% |
| NCKL | 915 | 4,97 | 1,32 | -0,54% |
| JPFA | 2.270 | 5,38 | 1,34 | 0,00% |
| AADI | 12.275 | 5,64 | 1,49 | +0,41% |
| PGAS | 1.530 | 6,02 | 0,77 | -1,29% |
| ANTM | 3.270 | 6,15 | 2,11 | +2,51% |
| BBNI | 3.750 | 6,50 | 0,85 | -3,10% |
| PTBA | 3.020 | 6,57 | 1,38 | -1,95% |
| BMRI | 4.340 | 6,66 | 1,42 | -2,25% |
Sumber: Pusat Data Kontan dan RTI
Intip Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Ambles 1,13% ke 6.461, Selasa (15/9)
Seluruh Saham Termahal Melemah atau Stagnan
Tak satu pun saham di kelompok PER tertinggi yang menguat pada perdagangan 15 September. PT Darma Henwa (DEWA) jadi penurun terbesar dengan 2,46%, disusul PT Merdeka Copper Gold (MDKA) yang turun 2,43% dan PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang melemah 2,13%.
PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, yaitu 0,37 kali.
| Kode | Close | PER | PBV | Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| CUAN | 920 | 153,33 | 16,73 | -2,13% |
| UNTR | 26.100 | 50,88 | 1,01 | -1,14% |
| GOTO | 50 | 50,00 | 1,79 | 0,00% |
| INDY | 2.740 | 39,14 | 0,67 | -1,79% |
| BUMI | 208 | 34,67 | 2,60 | 0,00% |
| AMMN | 5.050 | 33,67 | 3,92 | -0,98% |
| MBMA | 496 | 26,11 | 1,95 | -1,78% |
| DEWA | 396 | 23,29 | 1,99 | -2,46% |
| BRPT | 1.620 | 22,19 | 3,49 | -2,11% |
| MDKA | 2.810 | 17,56 | 4,75 | -2,43% |
Sumber: Pusat Data Kontan dan RTI
IHSG Turun 5 Hari Berturut-turut, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing, Selasa (15/9)
GOTO dan BUMI Sama-sama Stagnan
PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) dan PT Bumi Resources (BUMI) sama-sama tidak bergerak dari harga sebelumnya pada perdagangan 15 September. Nilai transaksi GOTO hanya Rp232,7 juta, terkecil di antara seluruh 20 saham gabungan.
Stagnasi kedua saham tersebut menambah gambaran betapa terbatasnya minat beli di pasar pada sesi itu. Di sisi lain, kelompok saham ber-PER menengah seperti BBNI dan BMRI yang biasanya menjadi buruan investor justru menanggung beban jual paling berat, menandakan tekanan tidak hanya menghantam saham lapis kedua dan ketiga, tetapi juga emiten berkapitalisasi besar.
Pelemahan yang merata di kelompok PER tertinggi menunjukkan bahwa koreksi kali ini tidak memandang valuasi. Saham-saham yang secara rasio sudah tergolong mahal maupun yang relatif murah sama-sama tertekan, dengan hanya ANTM dan AADI yang mampu mencatat kenaikan tipis di antara 20 saham gabungan tersebut.
Data transaksi juga memperlihatkan bahwa arus keluar dana asing tetap berlanjut meski nilai transaksi harian tidak tergolong besar. Kombinasi net jual asing dan minimnya katalis positif membuat sebagian besar saham LQ45 bertahan di zona merah hingga penutupan.
Pertanyaan Umum
Apa yang menyebabkan saham LQ45 melemah pada 15 September 2026?
Pelemahan terjadi secara luas, terutama di kelompok saham ber-PER tertinggi. Investor asing mencatat net jual 90,4 juta saham senilai Rp349,3 miliar, sementara total nilai transaksi bursa tercatat Rp12,7 triliun.
Saham apa saja yang mencatat penurunan terbesar?
Di kelompok PER menengah, BBNI turun 3,10% dan menjadi penurun terbesar. Di kelompok PER tertinggi, DEWA turun 2,46%, disusul MDKA 2,43% dan CUAN 2,13%.
Apakah ada saham yang menguat di tengah pelemahan tersebut?
ANTM mencatat kenaikan 2,51% dan AADI naik 0,41%. Sementara JPFA, GOTO, dan BUMI stagnan di harga penutupan sebelumnya.
Sumber: Kontan
