Ekonomi

Bank Jakarta Salurkan Rp326 M ke Pedagang Pasar untuk UMKM Naik Kelas

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyaksikan akad kredit massal Bank Jakarta bersama 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati
Bank Jakarta menyalurkan Rp326 miliar untuk pembiayaan UMKM melalui akad kredit massal kepada 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati.

Bank Jakarta resmi memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro di Pasar Induk Kramat Jati melalui akad kredit massal yang diikuti 100 pedagang, Selasa (1/9/2026). Acara ini disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan para pemangku kepentingan, menandai komitmen bank milik daerah tersebut untuk mendekatkan layanan keuangan ke pusat aktivitas ekonomi rakyat.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H. Widodo menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari upaya membangun akses keuangan yang semakin luas, agar usaha mikro bisa berkembang dan naik kelas. “Kami tidak ingin pedagang yang sibuk mencari bank. Bank Jakarta yang harus semakin dekat dan hadir di tengah-tengah pedagang,” ujar Agus dalam keterangan resmi.

Untuk mewujudkan strategi tersebut, Bank Jakarta saat ini telah mengoperasikan 243 Sentra Mikro yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. Layanan pembiayaan pun bisa menjangkau pasar dan pusat-pusat aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih dekat. Menurut Agus, keberadaan Sentra Mikro menjadi bagian penting untuk memahami karakteristik dan kebutuhan pembiayaan di masing-masing ekosistem usaha.

Rp326 Miliar Pembiayaan untuk 2.388 Pedagang

Hingga Juni 2026, Bank Jakarta telah menyalurkan pembiayaan kepada pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta dengan total outstanding sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur. Khusus di Pasar Induk Kramat Jati, penyaluran kredit mencapai plafon sekitar Rp48 miliar kepada 167 pedagang.

Potensi pengembangan di kawasan ini masih sangat besar. Pasar Induk Kramat Jati memiliki lebih dari 5.000 tempat usaha dan menjadi salah satu pusat distribusi bahan pokok terbesar di ibu kota. Dengan ribuan pedagang yang beraktivitas setiap hari, kebutuhan akan pembiayaan formal yang sehat dan terjangkau terus meningkat.

Bank Jakarta menyediakan pilihan pembiayaan mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga pembiayaan non-KUR dengan plafon sampai dengan Rp500 juta, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas usaha masing-masing pelaku. Program ini dirancang untuk memperluas akses terhadap pembiayaan formal sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber informal yang umumnya berbunga tinggi.

Agus menekankan bahwa keberhasilan program pembiayaan mikro tidak semata-mata diukur dari besarnya kredit yang disalurkan. “Bagi Bank Jakarta, keberhasilan bukan diukur dari seberapa besar kredit yang kami salurkan. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pembiayaan tersebut membuat usaha pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta, dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,” ujarnya.

Dari Pembiayaan Menuju Ekosistem Usaha

Ke depan, Bank Jakarta berupaya mengembangkan hubungan dengan pedagang pasar melampaui pembiayaan. Pelaku usaha akan didorong untuk semakin terhubung dengan layanan keuangan formal, memanfaatkan transaksi digital, serta memiliki pengelolaan keuangan yang lebih baik. Dengan demikian, akses terhadap produk dan layanan keuangan dapat berkembang seiring pertumbuhan usaha mereka.

Strategi ini juga diarahkan untuk memberikan alternatif pembiayaan formal yang lebih sehat dan terjangkau, sekaligus mengurangi ketergantungan pelaku usaha terhadap sumber pembiayaan informal yang biayanya lebih tinggi. Program ini memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, dan Bank Jakarta dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diharapkan menciptakan efek berganda bagi perekonomian:

  • Menjaga keberlangsungan usaha pedagang dan menggerakkan rantai pasok bahan pokok.
  • Menciptakan lapangan kerja baru di sekitar pasar.
  • Memperluas inklusi keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya kurang tersentuh layanan bank.
  • Memperkuat ekonomi lokal Jakarta melalui pertumbuhan sektor mikro dan kecil.

Transformasi Bank Jakarta Semakin Dekat dengan Masyarakat

Agus menambahkan, penguatan segmen usaha mikro merupakan bagian dari arah transformasi Bank Jakarta sebagai bank yang tidak hanya semakin modern dan digital, tetapi juga semakin relevan bagi kebutuhan masyarakat dan perekonomian Jakarta. “Sebagai bank milik masyarakat Jakarta, transformasi Bank Jakarta tidak boleh hanya membuat kami semakin besar, semakin modern, dan semakin digital. Transformasi harus membuat Bank Jakarta semakin dekat dengan masyarakat dan semakin relevan bagi perekonomian Jakarta,” kata Agus.

Menurutnya, pasar rakyat adalah salah satu tempat penting untuk membuktikan kehadiran tersebut karena memiliki efek ekonomi yang luas terhadap pedagang, pekerja, pemasok, distribusi, hingga keluarga yang menggantungkan penghidupannya pada aktivitas pasar. Bank Jakarta menargetkan hubungan dengan pelaku usaha dapat terus berkembang mengikuti perjalanan bisnis nasabah, dari usaha mikro menjadi usaha kecil dan selanjutnya menjadi usaha menengah. “Hari ini mungkin nasabah mikro, besok berkembang menjadi usaha kecil, kemudian menjadi usaha menengah. Bank Jakarta harus tetap hadir dan tumbuh bersama mereka,” tutup Agus.

Melalui perluasan jaringan Sentra Mikro, penguatan pembiayaan produktif, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta terus memperkuat kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi yang semakin inklusif dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan mampu mendorong lebih banyak UMKM Jakarta untuk naik kelas dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Pertanyaan Umum

Berapa total pembiayaan yang telah disalurkan Bank Jakarta kepada pedagang pasar?

Hingga Juni 2026, Bank Jakarta telah menyalurkan pembiayaan dengan total outstanding sekitar Rp326 miliar kepada 2.388 debitur pedagang pasar di berbagai wilayah Jakarta.

Apa itu Sentra Mikro dan bagaimana perannya?

Sentra Mikro adalah unit layanan Bank Jakarta yang tersebar di 243 lokasi di seluruh DKI Jakarta. Fungsinya mendekatkan akses pembiayaan ke pusat-pusat kegiatan ekonomi, seperti pasar dan sentra UMKM, sehingga bank dapat memahami karakteristik dan kebutuhan pembiayaan masing-masing ekosistem usaha.

Bagaimana cara pedagang mendapatkan pembiayaan dari Bank Jakarta?

Pedagang dapat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau pembiayaan non-KUR dengan plafon hingga Rp500 juta melalui Sentra Mikro terdekat atau langsung di pasar yang menjadi binaan Bank Jakarta. Program ini dirancang untuk memberikan alternatif pembiayaan formal yang sehat dan terjangkau.

Sumber: Katadata

Exit mobile version