BANDUNG BARAT_HARIANESIA.COM— Langkah tegas Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (Pemda KBB) yang menggelar rotasi dan mutasi pejabat dinilai sebagai angin segar di tengah kejenuhan mendalam yang dirasakan warga. Penataan ini dipandang sebagai bukti nyata komitmen Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dalam mendobrak kebekuan birokrasi dan membenahi tata kelola pemerintahan agar lebih responsif, bersih, dan akuntabel.
Koordinator KIRAB sekaligus Pembina BALAD Asep Herna, mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat KBB sudah berada di titik jenuh melihat lambannya roda pelayanan publik serta berulangnya persoalan di tubuh birokrasi.
Jujur saja, masyarakat Bandung Barat sudah jenuh dan lelah melihat pelayanan pemerintah yang lambat, berbelit-belit, dan terkesan sekadar rutinitas formalitas. Rotasi dan mutasi ini adalah kunci sekaligus momentum emas dari Bupati Jeje untuk menjawab kejenuhan warga. Ini bukti komitmen beliau bahwa birokrasi KBB harus berubah dan benar-benar hadir melayani rakyat,” tegas Asep Herna.
Asep Herna juga mengapresiasi kinerja profesional jajaran panitia seleksi dan Tim Penilai Kinerja (TPK) KBB di bawah kepemimpinan Bapak Ade Zakir Hasim yang telah bekerja keras memproses penataan jabatan ini.
“Kami mengapresiasi kerja maksimal Ketua TPK, Bapak Ade Zakir Hasim, beserta tim yang telah mengawal proses ini. Namun, kami ingatkan kepada seluruh pejabat yang telah diberi amanah: Anda bekerja bukan untuk kepentingan kelompok, melainkan wajib menjalankan dan mewujudkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, yaitu BANDUNG BARAT AMANAH,” lanjutnya.
Lebih jauh, Asep menggarisbawahi pentingnya kebersamaan di jajaran pimpinan dan instansi daerah pasca-rotasi ini.
“Hikmah mendalam dari pelantikan ini adalah pentingnya soliditas di seluruh jajaran birokrasi. Kami berharap seluruh Kepala OPD, Sekda, hingga Bupati dan Wakil Bupati dapat terbangun dalam satu barisan yang solid demi terwujudnya tata kelola Pemerintahan Kabupaten Bandung Barat yang kuat dan berintegritas,” tambah Asep.
Kendati mendukung penuh langkah pembenahan dari pimpinan daerah, Asep Herna menegaskan bahwa masyarakat sipil bersama para aktivis tidak akan lengah. Pengawasan kritis akan terus dilakukan secara ketat terhadap setiap pejabat yang baru saja dilantik.
Kewaspadaan publik ini bukan tanpa alasan. Pengalaman masa lalu, termasuk tindakan tegas masyarakat yang baru-baru ini menyoroti dugaan pelanggaran kode etik hingga isu transaksional jual beli jabatan di lingkungan BKPSDM KBB, menjadi cermin bahwa publik KBB tidak akan lagi mentolerir kecurangan birokrasi.
“Apresiasi yang kami berikan hari ini berjalan seiring dengan pengawasan ketat yang akan kami lakukan setiap hari. Kasus-kasus dugaan pelanggaran etik maupun isu jual beli jabatan seperti di BKPSDM KBB harus jadi pelajaran pahit yang tak boleh terulang. Pejabat yang baru dilantik jangan main-main dengan amanah ini! Kami akan berdiri di garis depan untuk mengawasi rekam jejak dan kinerja Anda demi terwujudnya pemerintahan KBB yang bersih dan akuntabel,” pungkas Asep Herna.
Lepi























