Jakarta_HARIANESIA.COM– Maraknya kasus korupsi yang terjadi di berbagai sektor dinilai telah memberikan dampak besar terhadap kehidupan masyarakat. Di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin menambah beban rakyat kecil yang harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ketua Umum KPKB, Dede Mulyana, menegaskan bahwa praktik korupsi yang merugikan keuangan negara merupakan pelanggaran berat yang tidak boleh dibiarkan. Menurutnya, setiap rupiah uang negara yang disalahgunakan pada akhirnya akan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Korupsi yang merajalela telah menyengsarakan rakyat. Ketika anggaran negara bocor akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab, masyarakatlah yang menjadi korban. Kenaikan BBM dan berbagai kebutuhan pokok semakin menekan kehidupan rakyat kecil,” tegas Dede Mulyana.
Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas seluruh dugaan tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi hukum.
“Kami meminta agar seluruh kasus korupsi yang merugikan negara diusut sampai tuntas. Tidak boleh ada perlakuan istimewa terhadap pelaku korupsi. Siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” lanjutnya.
Aktivis KPKB juga mengajak masyarakat untuk terus mengawasi penggunaan anggaran negara serta berani melaporkan jika menemukan dugaan penyimpangan. Menurutnya, pemberantasan korupsi membutuhkan peran aktif seluruh elemen bangsa.
“Keadilan harus ditegakkan. Negara tidak boleh kalah oleh para koruptor. Rakyat berhak mendapatkan kesejahteraan, bukan menjadi korban dari praktik korupsi yang dilakukan segelintir orang,” pungkas Dede Mulyana.
Tim/Red























