Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Finance

Saham Bank Himbara di Tengah Perlambatan Kredit

×

Saham Bank Himbara di Tengah Perlambatan Kredit

Sebarkan artikel ini
Saham Bank Himbara di Tengah Perlambatan Kredit — Ilustrasi pergerakan saham bank Himbara di tengah perlambatan pertumbuhan kredit perbankan
Saham bank Himbara dinilai masih menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang meski pertumbuhan kredit melambat.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Saham bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) masih menyimpan daya tarik bagi investor berhorizon menengah hingga panjang. Namun di tengah melambatnya pertumbuhan kredit perbankan, memilih emiten tidak lagi bisa sekadar mengekor nama besar. Investor perlu menyaring berdasarkan keberlanjutan laba, kualitas aset, dan kapasitas bank membagikan dividen.

Data terbaru menunjukkan ekspansi kredit perbankan mulai kehilangan tenaga. Pertumbuhan kredit turun dari 13,3% pada Agustus menjadi 12,7% secara tahunan pada September 2026. Pelemahan itu terutama disumbang kredit investasi yang justru terkontraksi 0,2%.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai angka tersebut sebagai sinyal bahwa ekspansi bisnis perbankan mulai menghadapi tantangan. Persoalan utamanya, permintaan kredit produktif belum cukup kuat sementara dunia usaha masih cenderung menahan belanja investasi.

“Di sisi lain, ketergantungan pada pendanaan korporasi dan deposito perlu dicermati karena dapat meningkatkan risiko konsentrasi debitur serta biaya dana, khususnya ketika persaingan penghimpunan dana semakin ketat,” tuturnya kepada Kontan, Selasa (27/10).

Risiko kualitas aset yang mengintai

Nafan mengantisipasi potensi penurunan kualitas aset, terutama pada pembiayaan sektor konstruksi dan proyek infrastruktur. Kedua sektor itu rentan terhadap keterlambatan pembayaran, pembengkakan biaya, hingga ketergantungan pada arus kas proyek yang belum tentu mulus.

Status kepemilikan negara pada bank Himbara sebenarnya memberi keuntungan tersendiri. Dukungan pemerintah dan akses pembiayaan strategis menjadi nilai plus yang sulit disamai bank swasta.

Meski begitu, Nafan mengingatkan tetap ada sisi yang perlu diwaspadai. Kebijakan penyaluran kredit atau penugasan pemerintah belum tentu sejalan dengan upaya mengoptimalkan profitabilitas bank.

Dua strategi, dua daftar periksa berbeda

Strategi investor untuk meraih keuntungan bisa berbeda, tergantung apakah tujuannya mengejar dividen atau capital gain. Untuk yang berorientasi dividen, Nafan meminta investor memperhatikan konsistensi laba bersih, dividend payout ratio, kecukupan modal, serta kemampuan bank menghasilkan arus kas dan menjaga kualitas kredit.

Baca Juga :  Proyeksi IHSG Kamis 15 Oktober: Investor Pantau Data Ekonomi AS

“Sementara itu, untuk mengejar capital gain, faktor valuasi yang atraktif, pertumbuhan laba, perbaikan margin bunga bersih, dan penurunan biaya kredit akan menjadi katalis penting,” sarannya.

Dividen: konsistensi laba bersih, dividend payout ratio, kecukupan modal, arus kas, dan kualitas kredit.

Capital gain: valuasi atraktif, pertumbuhan laba, perbaikan margin bunga bersih, dan penurunan biaya kredit.

Dengan catatan tersebut, Nafan menegaskan saham bank Himbara tetap bisa menjadi salah satu pilihan investasi. Syaratnya, investor mesti mencermati kemampuan bank menjaga keuntungan, kualitas kredit, efisiensi operasional, serta pengelolaan risiko bisnisnya.

Bagi investor, kombinasi data makro yang melambat dan risiko sektoral membuat seleksi emiten menjadi kunci. Bank dengan bantalan modal tebal, kualitas aset terjaga, dan rekam jejak dividen yang konsisten punya daya tahan lebih baik ketika momentum kredit sedang tidak berpihak.

Baca Juga :  MSKY Hadapi Permohonan PKPU Ascot Group Holdings di PN Jakarta Pusat

Pertanyaan Umum

Apakah saham bank Himbara masih layak dibeli?

Menurut Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas, saham bank Himbara masih bisa menjadi pilihan investasi jangka menengah hingga panjang, dengan catatan investor mencermati kemampuan bank menjaga keuntungan, kualitas kredit, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko bisnis.

Apa penyebab perlambatan pertumbuhan kredit perbankan?

Pertumbuhan kredit turun dari 13,3% pada Agustus menjadi 12,7% secara tahunan pada September 2026. Pelemahan terutama berasal dari kredit investasi yang terkontraksi 0,2%, seiring permintaan kredit produktif yang belum kuat dan dunia usaha yang menahan investasi.

Faktor apa yang perlu diperhatikan investor yang mengejar dividen?

Investor perlu memperhatikan konsistensi laba bersih, dividend payout ratio, kecukupan modal, serta kemampuan bank menghasilkan arus kas dan menjaga kualitas kredit.

Sumber: Kontan

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600