Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

KBM Jawa Tengah Gelar Haul Bung Karno dan Diskusi Kebangsaan

×

KBM Jawa Tengah Gelar Haul Bung Karno dan Diskusi Kebangsaan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_HARIANESIA.COM_ Dalam rangka memperingati Hari Lahir Bung Karno, Dewan Pimpinan Pusat Kesatuan Buruh Marhaenis (DPP KBM) Jawa Tengah menggelar serangkaian kegiatan di Hall DeKaSe, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Semarang, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Bulan Bung Karno yang telah dimulai sejak 1 Juni 2026 melalui peringatan Hari Lahir Pancasila dengan menggelar Dialog Kebangsaan. Pada kegiatan tersebut hadir sebagai narasumber tokoh Marhaenis Jawa Tengah, yakni Mas Kirno dan Mas Cipto.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Puncak peringatan dilaksanakan pada Sabtu (6/6/2026) dengan acara Haul Bung Karno yang diawali pemotongan tumpeng oleh Soetjipto, SH. Tumpeng kemudian diserahkan kepada dr. Adi Khuntoro selaku Ketua DPP KBM Jawa Tengah, yang selanjutnya menyerahkannya kepada Kelana, eksponen LKN yang mewakili organisasi-organisasi Marhaenis yang hadir.

Acara tersebut dihadiri perwakilan berbagai organisasi, antara lain GPM, GRM, LKN, GMNI, GSNI, dan Kesatuan Buruh Marhaenis. Hall DKS TBRS tampak dipenuhi kaum Marhaenis yang hadir dengan seragam hitam sebagai simbol kebersamaan dan semangat perjuangan.

Baca Juga :  Faktor Penyebab dan Dampak Tingginya Angka Putus Sekolah di Kalangan Pelajar Indonesia

Dalam sambutannya, Ketua DPP KBM Jawa Tengah, dr. Adi Khuntoro, menyampaikan bahwa masyarakat saat ini tidak hanya menghadapi krisis moral dan etika, tetapi juga krisis keteladanan.

“Rakyat dengan bebas menghujat kepala daerahnya, bahkan melecehkan dan menistakan pemimpin nasionalnya. Ini menjadi ironi bagi bangsa yang berkepribadian Pancasila. Di sisi lain, hampir setiap hari masyarakat disuguhi berbagai perilaku pejabat yang tidak layak diteladani melalui media sosial,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan krisis yang lebih besar apabila terus dibiarkan. Karena itu, masyarakat perlu kembali meneladani sikap dan perjuangan Bung Karno yang menjunjung tinggi etika, penghormatan, serta diplomasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

“Pejabat publik merupakan role model bagi konstituennya. Oleh sebab itu, peringatan Haul Bung Karno menjadi penting agar ingatan kolektif bangsa terhadap Bung Karno sebagai Bapak Bangsa, Bapak Marhaenisme, Penggali Pancasila, dan Sang Proklamator tetap hidup dan relevan,” tambahnya.

Baca Juga :  Sepatu Kets Bu Nanik Deyang, Simbol Kesederhanaan di Balik Amanah Memimpin Badan Gizi Nasional

Sementara itu, Soetjipto, SH selaku Penasehat DPP KBM Jawa Tengah menegaskan bahwa peringatan Haul Bung Karno merupakan momentum untuk menemukan kembali dan menanamkan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno.

“Di sinilah kita belajar kembali tentang kerelaan berkorban, kesabaran, keteguhan, dan komitmen terhadap tujuan kemerdekaan Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, DPP KBM Jawa Tengah juga menyampaikan sejumlah pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Mendukung sepenuhnya diterbitkannya Undang-Undang Hukuman Mati bagi koruptor yang telah melalui proses peradilan, karena korupsi merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime).
2. Menerima semangat Dwifungsi ABRI sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara, bukan sebagai praktik militerisme.
3. Menolak perangkapan jabatan pada berbagai eselon oleh individu yang tidak memiliki kompetensi yang memadai.
4. Mengajak para pejabat publik dan pengambil kebijakan untuk menghentikan perilaku boros, tidak efisien, dan hedonis.
5. Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk kembali meneladani para pendiri bangsa yang secara nyata menjunjung tinggi ideologi negara dan nilai-nilai Pancasila.

Baca Juga :  Sambut HUT Humas Polri Ke-73, Polda Jateng Gandeng Wartawan Laksanakan Donor Darah

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Diskusi Kebangsaan bertema “Implementasi Jiwa Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Berbangsa dan Bernegara”.

Diskusi menghadirkan dr. Agung Sudharmanto, aktivis GMNI era 1980-an, sebagai narasumber. Acara berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dan gagasan yang berkembang hingga berakhir pada sore hari.

Dwi

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600