Harianesia – 06 Juni 2026 | kamu pasti penasaran dengan kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan beberapa tokoh besar, termasuk Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Berikut adalah 6 fakta terbaru tentang kasus ini.
Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya Menjadi Tersangka
Kejagung telah menetapkan Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya sebagai tersangka dalam kasus korupsi tata kelola program MBG. Keduanya diduga terlibat dalam praktik jual beli dapur MBG yang tidak sesuai dengan prosedur.
Sony Sonjaya Siap Buka-Bukaan
Sony Sonjaya mengaku siap buka-bukaan dalam kasus ini. Ia berencana mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) untuk membantu Kejaksaan Agung mengungkap perkara tersebut. Menurut pengacara Sony, Krisna Murti, Sony siap membuka nama-nama besar yang diduga terlibat dalam kasus ini.
Lodewyk Pusung dan Dadan Hindayana Juga Terlibat
Lodewyk Pusung dan Dadan Hindayana juga terlibat dalam kasus ini. Keduanya diduga melakukan intervensi dalam proses verifikasi portal mitra BGN agar yayasan-yayasan milik mereka tetap lolos meskipun tidak layak.
Program MBG Dihentikan Sementara
Program MBG dihentikan sementara oleh Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang. Ia memutuskan untuk menghentikan pendaftaran dapur baru untuk program MBG dan membenahi dapur-dapur yang telah beroperasi agar sesuai standar.
Kasus Ini Masih dalam Penyelidikan
Kasus korupsi tata kelola program MBG masih dalam penyelidikan. Kejaksaan Agung masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap perkara tersebut.
FAQ
Pertanyaan 1: Apa itu program MBG?
Program MBG adalah program Makan Bergizi Gratis yang dicanangkan oleh pemerintah untuk memberikan makanan bergizi kepada masyarakat.
Pertanyaan 2: Siapa saja yang terlibat dalam kasus korupsi MBG?
Lodewyk Pusung, Sony Sonjaya, dan Dadan Hindayana adalah beberapa tokoh yang terlibat dalam kasus korupsi MBG.
Pertanyaan 3: Apa yang dilakukan oleh Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya dalam kasus ini?
Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya diduga melakukan intervensi dalam proses verifikasi portal mitra BGN agar yayasan-yayasan milik mereka tetap lolos meskipun tidak layak.
Pertanyaan 4: Apa yang dilakukan oleh Kepala BGN yang baru?
Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, memutuskan untuk menghentikan pendaftaran dapur baru untuk program MBG dan membenahi dapur-dapur yang telah beroperasi agar sesuai standar.
Pertanyaan 5: Apa yang diharapkan dari kasus ini?
Diharapkan kasus ini dapat diungkap secara transparan dan para pelaku dapat dihukum sesuai dengan perbuatannya.





















