Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Tantangan Global Kian Kompleks, Mulyadi Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

×

Tantangan Global Kian Kompleks, Mulyadi Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_HARIANESIA.COM Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Mulyadi, mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Mulyadi, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena didukung oleh jumlah penduduk Muslim yang besar serta meningkatnya kebutuhan terhadap layanan keuangan berbasis prinsip syariah.

Banner Iklan Harianesia 300x600

“Potensi ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. Karena itu, diperlukan kebijakan yang konkret dan berkelanjutan agar pengembangannya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat dan perekonomian nasional,” Ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Legislator asal Jawa Barat tersebut menilai kondisi ekonomi dunia yang sedang bergejolak justru dapat menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkuat fondasi ekonomi syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru.

Baca Juga :  PT Aksara Bali Klarifikasi Status Lahan 4.925 Meter di Dalung Tuka, Imbau Warga Waspada Klaim Sepihak

Menurutnya, para pelaku industri, regulator, dan pemerintah perlu membangun sinergi yang lebih kuat guna mengoptimalkan potensi ekonomi syariah yang dimiliki Indonesia.

“Mayoritas penduduk Indonesia adalah Muslim. Potensi ini perlu dikelola secara optimal. Momentum perubahan dan tantangan ekonomi global saat ini harus menjadi pendorong bagi para pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah secara lebih terintegrasi,” Ungkapnya.

Ia juga berharap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat terus memainkan peran strategis dalam mendorong lahirnya kebijakan yang mendukung pertumbuhan sektor keuangan syariah, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif.

Baca Juga :  Isu AS Bebas Melintas Udara RI Mencuat, Kemenhan & DPR Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Ditawar

Menurut Mulyadi, kebijakan yang tepat dan berbasis kebutuhan masyarakat akan membantu meningkatkan kontribusi ekonomi syariah terhadap kesejahteraan nasional.

Sementara itu, berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026, Indonesia menempati peringkat keempat dalam Global Islamic Economy Indicator (GIEI), berada di bawah Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Meski mengalami penurunan satu tingkat dibandingkan tahun sebelumnya, laporan tersebut juga menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya saing ekonomi syariahnya mengingat besarnya pasar domestik dan potensi pengembangan industri halal nasional.

SGIE 2025/2026 mencatat ekonomi Islam global kini memasuki fase baru yang dikenal sebagai halal economic sovereignty atau kedaulatan ekonomi halal. Pada fase ini, negara-negara tidak hanya menjadi konsumen produk halal, tetapi juga berupaya membangun rantai pasok halal yang kuat, infrastruktur kepercayaan digital, serta sistem keuangan syariah yang terintegrasi.

Baca Juga :  Wapres Gibran Tebar 80 Ribu Bibit Ikan Nila di Banten: Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Rakyat

Perkembangan tersebut dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dunia di masa mendatang.

Heri

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600