Harga saham RANS terus merosot. Pada perdagangan Senin (2/11), saham emiten milik Raffi Ahmad itu ambles 6,48 persen ke level Rp101 per saham, atau lebih dari 60 persen di bawah puncaknya pasca-IPO.
Pelemahan ini terjadi setelah saham RANS sempat naik signifikan pada awal pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO). Di tengah tekanan pasar tersebut, nama Raffi Ahmad ikut menjadi sorotan publik menyusul polemik kehadirannya di acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.
Acara yang berlangsung di Bundaran HI, Jakarta, pada Kamis (29/10) itu dipersoalkan sejumlah kalangan karena dinilai sebagai kegiatan tandingan terhadap aksi demonstrasi mahasiswa.
Koreksi Harga Saham RANS
Berdasarkan data perdagangan, posisi Rp101 per saham telah turun 40,59 persen dibandingkan harga penawaran umum perdana atau IPO sebesar Rp170 per saham.
Jika dibandingkan dengan level tertinggi pasca-IPO sebesar Rp272 per saham pada 15 Juli 2026, saham RANS telah terkoreksi sekitar 62,87 persen.
| Harga IPO | Rp170 per saham |
|---|---|
| Harga 2 November 2026 | Rp101 per saham |
| Level tertinggi pasca-IPO | Rp272 per saham (15 Juli 2026) |
| Koreksi dari puncak | 62,87 persen |
| Penurunan dari harga IPO | 40,59 persen |
Artinya, investor yang membeli saham RANS saat IPO dan masih mempertahankan kepemilikannya hingga perdagangan Senin (2/11) mengalami penurunan nilai investasi sebesar Rp69 per saham. Dari modal awal Rp170 per saham, nilai investasinya kini tersisa Rp101 per saham.
Jumlah Investor Menyusut Tajam
Sejalan dengan pelemahan harga saham, jumlah pemegang saham RANS juga mengalami penyusutan signifikan. Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek periode September 2026, jumlah pemegang saham RANS tercatat sebanyak 126.253 Single Investor Identification (SID).
Jumlah tersebut berkurang 21.843 investor atau 14,75 persen dibandingkan posisi akhir Agustus 2026 yang mencapai 148.096 SID.
Jika dibandingkan dengan jumlah investor saat awal pencatatan saham di BEI pada Juli 2026 yang mencapai 754.691 SID, jumlah pemegang saham RANS telah menyusut sebanyak 628.438 investor atau sekitar 83,27 persen.
Juli 2026: 754.691 SID saat awal pencatatan di BEI
September 2026: 126.253 SID, turun sekitar 83,27 persen
Penurunan jumlah investor sebesar itu menunjukkan bahwa sebagian besar pemegang saham ritel yang masuk saat IPO telah keluar dari posisinya, seiring harga yang terus menurun sejak mencapai puncak pada pertengahan Juli 2026.
Polemik di Luar Pasar
Tekanan pada saham RANS berjalan bersamaan dengan sorotan publik terhadap Raffi Ahmad. Kehadirannya dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 pada Kamis (29/10) menuai polemik karena acara tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai kegiatan tandingan terhadap aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari manajemen RANS mengenai dampak polemik tersebut terhadap kinerja perseroan maupun pergerakan sahamnya.
- Saham RANS ditutup di Rp101 per saham pada Senin (2/11), turun 6,48 persen.
- Koreksi mencapai 62,87 persen dari level tertinggi Rp272 per saham pada 15 Juli 2026.
- Jumlah pemegang saham menyusut 83,27 persen dari 754.691 SID pada Juli 2026 menjadi 126.253 SID pada September 2026.
Pertanyaan Umum
Berapa harga saham RANS pada 2 November 2026?
Saham RANS diperdagangkan di level Rp101 per saham pada Senin (2/11), turun 6,48 persen dari posisi sebelumnya.
Berapa besar koreksi saham RANS dibandingkan harga IPO?
Saham RANS turun 40,59 persen dibandingkan harga IPO Rp170 per saham, dan terkoreksi sekitar 62,87 persen dari level tertinggi pasca-IPO Rp272 per saham pada 15 Juli 2026.
Mengapa jumlah pemegang saham RANS berkurang?
Jumlah pemegang saham RANS turun dari 754.691 SID pada Juli 2026 menjadi 126.253 SID pada September 2026, atau berkurang sekitar 83,27 persen, seiring pelemahan harga saham sejak mencapai puncaknya pada pertengahan Juli 2026.
Sumber: JawaPos


















