SRAGEN – Upacara bendera di SMA Negeri 1 Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Senin (10/8/2026) pagi, berlangsung berbeda. Di hadapan para siswa dan guru, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sragen menyampaikan pesan penting tentang keselamatan di jalan sekaligus mengajak generasi muda menjadi pelopor tertib berlalu lintas.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 08.00 WIB di halaman SMA Negeri 1 Sumberlawang tersebut dipimpin langsung Kasat Lantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono selaku pembina upacara.
Turut hadir Kanit Kamsel Satlantas Polres Sragen Iptu Supriyanto bersama personel Unit Kamsel.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun kesadaran berlalu lintas sejak lingkungan sekolah. Edukasi tidak hanya menekankan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga membentuk karakter pelajar agar memahami bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab setiap pengguna jalan.
Dalam kesempatan tersebut, sosialisasi disampaikan Kanit Kamsel Satlantas Polres Sragen Iptu Supriyanto.
Para siswa diberikan pemahaman mengenai tata cara berkendara yang aman, pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta konsekuensi yang dapat timbul apabila mengabaikan aturan keselamatan di jalan.
Iptu Supriyanto juga mengajak para pelajar untuk tidak sekadar menjadi pengguna jalan yang tertib, tetapi turut menjadi agen perubahan dengan memberikan contoh positif kepada teman, keluarga, maupun masyarakat di lingkungan sekitar.
Pesan tersebut mendapat penekanan dari Kasat Lantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono. Menurutnya, pengetahuan tentang lalu lintas harus dibarengi dengan keterampilan dan sikap disiplin agar keselamatan benar-benar menjadi budaya.
“Keselamatan di jalan adalah nomor satu. Ilmu dan keterampilan dalam berkendara harus diimbangi dengan attitude atau sikap yang baik. Jangan sampai karena ingin cepat sampai tujuan, kita justru mengabaikan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” tegas AKP Kukuh.
Ia menambahkan, pelajar merupakan kelompok strategis dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Karena itu, edukasi lalu lintas di sekolah harus terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami ingin adik-adik pelajar bukan hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan. Mulai dari diri sendiri, kemudian mengajak teman dan keluarga untuk selalu tertib dan mengutamakan keselamatan,” ujarnya.
Kasat Lantas juga mengingatkan para siswa agar tidak menganggap remeh pelanggaran lalu lintas sekecil apa pun.
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas kerap berawal dari perilaku tidak disiplin, seperti mengabaikan rambu, berkendara tanpa memperhatikan keselamatan, maupun melakukan tindakan berisiko di jalan.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polres Sragen berharap terbentuk kesadaran kolektif di kalangan pelajar SMA Negeri 1 Sumberlawang untuk menjadi “Sahabat Satlantas” sekaligus pelopor tertib berlalu lintas.
“Kalau budaya tertib ini sudah tumbuh sejak sekolah, kami yakin akan memberikan dampak positif terhadap keselamatan lalu lintas di Kabupaten Sragen. Pelajar hari ini adalah generasi yang nantinya akan menjadi pengguna jalan, orang tua, dan pemimpin di masa depan,” kata AKP Kukuh.
Kegiatan pembinaan tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran polisi di tengah lingkungan pendidikan.
Pendekatan preventif melalui edukasi dinilai penting untuk membangun kesadaran masyarakat sebelum terjadi pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasat Lantas Polres Sragen AKP Kukuh Tirto Satria Leksono menegaskan bahwa upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.
Dengan edukasi yang dilakukan sejak bangku sekolah, kepolisian berharap para pelajar SMA Negeri 1 Sumberlawang mampu menjadi contoh dalam berlalu lintas sekaligus ikut menyebarkan pesan keselamatan kepada lingkungan sekitarnya.
Kegiatan pembinaan berlangsung aman, tertib dan lancar.
Mariyo
