TNI-POLRI

Cegah Bullying dan Kekerasan Seksual Sejak Dini, Polsek Gemolong Turun ke Sekolah, 70 Siswa SDN 2 Genengduwur Dibekali Edukasi Perlindungan Diri

SRAGEN – Membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan menjadi perhatian Polsek Gemolong, Polres Sragen. Melalui edukasi langsung kepada anak-anak, jajaran kepolisian membekali sekitar 70 siswa SD Negeri 2 Genengduwur dengan pemahaman tentang bahaya bullying dan kekerasan seksual, Jumat (25/9/2026).

 

Kegiatan dipimpin Kanit Binmas Polsek Gemolong Aiptu Juni Eko Saputro bersama Bhabinkamtibmas Desa Genengduwur Briptu Septian Setya Budi. Sosialisasi diikuti siswa-siswi kelas I hingga VI, didampingi Kepala SDN 2 Genengduwur Rafika Said, M.Pd., serta para guru.

Dalam penyampaian materi, Aiptu Juni Eko Saputro mengingatkan bahwa perundungan bukan sekadar candaan atau kenakalan anak-anak. Perilaku mengejek, menghina, merendahkan, menganiaya, memukul, hingga menendang dapat menimbulkan tekanan psikologis dan penderitaan bagi korban.

Ia menjelaskan, tindakan perundungan yang dianggap sepele oleh pelaku bisa meninggalkan dampak serius bagi korban. Karena itu, para siswa diajak untuk menghormati teman, tidak menjadikan kondisi fisik sebagai bahan ejekan, serta berani melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan perundungan.

“Bullying bukanlah candaan. Perilaku mengejek, menghina, dan menyakiti teman dapat membuat korban merasa tertekan. Anak-anak harus saling menghormati dan tidak melakukan kekerasan terhadap sesama,” demikian pesan edukasi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Selain membahas perundungan, petugas juga memberikan pemahaman mengenai pendidikan seksual yang sesuai dengan usia anak. Materi mencakup pengenalan anatomi tubuh, kesehatan reproduksi, perubahan fisik saat pubertas, serta pentingnya membangun hubungan yang sehat dan aman.

Para siswa juga diajak mengenali perubahan emosi selama masa pertumbuhan, termasuk bagaimana mengelola perasaan dan memahami perubahan diri. Edukasi ini diharapkan dapat membantu anak-anak lebih mengenali tubuhnya, memahami batasan pribadi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekerasan seksual.

Kapolsek Gemolong AKP Suprayitno menegaskan melalui kegiatan tersebut bahwa edukasi sejak dini menjadi salah satu langkah untuk membangun kesadaran anak-anak agar mampu menjaga diri dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan aman dan tertib. Melalui edukasi ini, Polsek Gemolong berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang saling menghargai, berani bersikap ketika menghadapi perundungan, serta memahami pentingnya melindungi diri dari segala bentuk kekerasan.

Mariyo

Exit mobile version