Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Opini

Saatnya Pemerintah Lebih Banyak Mendengar daripada Berbicara

×

Saatnya Pemerintah Lebih Banyak Mendengar daripada Berbicara

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

JAKARTA_HARAIANESIA.COM_Jum’at 03 Juli 2026, Pemerintah boleh saja menyampaikan bahwa kondisi ekonomi nasional masih berada pada jalur yang positif. Berbagai indikator makro dapat dijadikan dasar optimisme. Namun, di sisi lain, suara masyarakat di lapangan menyampaikan cerita yang berbeda.

Keluhan mengenai harga kebutuhan pokok, biaya hidup yang terus meningkat, serta sulitnya memperoleh pekerjaan masih menjadi percakapan sehari-hari. Bagi masyarakat kecil, kondisi ekonomi tidak diukur dari angka-angka statistik, melainkan dari kemampuan memenuhi kebutuhan keluarga hingga akhir bulan.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Di sinilah pemerintah perlu lebih banyak mendengar daripada berbicara. Sebab, kritik yang muncul dari masyarakat bukanlah ancaman terhadap pemerintahan, melainkan cerminan dari harapan agar setiap kebijakan benar-benar menjawab persoalan yang mereka hadapi.

Baca Juga :  Tanah Tinggi, Tanah Penuh Persatuan Opini oleh Judistia Aziz Tawakal, S.H., M.H

Kepercayaan publik tidak dibangun melalui narasi semata. Kepercayaan lahir ketika masyarakat merasakan manfaat nyata dari setiap kebijakan. Harga pangan yang stabil, lapangan pekerjaan yang terbuka, pelayanan publik yang cepat, serta kepastian hukum yang adil akan jauh lebih bermakna dibandingkan sederet klaim keberhasilan.

Di era keterbukaan informasi, pemerintah juga dituntut lebih responsif terhadap aspirasi masyarakat. Media sosial memang sering dipenuhi opini yang beragam, tetapi di balik riuhnya ruang digital terdapat pesan yang tidak boleh diabaikan. Rakyat ingin didengar, bukan sekadar diyakinkan bahwa semuanya baik-baik saja.

Pemerintah tentu telah bekerja dan menghadapi tantangan yang tidak ringan, baik dari kondisi ekonomi global maupun dinamika dalam negeri. Namun, keberhasilan sebuah pemerintahan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi atau capaian investasi, melainkan oleh sejauh mana rakyat merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Hukum Bukan Pajangan: Ketika Sebagian Pejabat Masih Menganggap Aturan untuk Dilanggar

Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan. Kritik yang disampaikan secara konstruktif seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan dianggap sebagai bentuk perlawanan. Justru dari kritik itulah lahir kebijakan yang lebih tepat sasaran dan lebih berpihak kepada kepentingan publik.

Harapan masyarakat sebenarnya sederhana. Mereka menginginkan harga yang terjangkau, pekerjaan yang layak, pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang mudah diakses, dan kepastian bahwa negara hadir ketika mereka menghadapi kesulitan.

Baca Juga :  Ketika Jurnalisme Dikriminalisasi: Ujian Serius bagi Demokrasi dan Kebebasan Pers

Sudah saatnya pemerintah menjadikan suara rakyat sebagai kompas dalam mengambil setiap kebijakan. Sebab, pemerintahan yang kuat bukanlah pemerintahan yang bebas dari kritik, melainkan pemerintahan yang mampu mendengarkan, mengevaluasi, dan menghadirkan solusi bagi rakyatnya.

 

Oleh: Heri Yanto

Banner Iklan 1
Baca juga:
Baca juga:
Baca juga:
Banner Iklan Harianesia 120x600