JAKARTA. Rupiah spot ditutup pada level Rp 18.184 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Rabu (28/10/2026), melemah 0,15% dari sehari sebelumnya yang berada di Rp 18.156 per dolar AS.
Pelemahan rupiah hari ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bercampur. Sebagian mata uang kawasan masih tertekan dolar AS, sementara sebagian lainnya justru berhasil menguat.
Di Asia, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Won Korea mencatat pelemahan terdalam yakni 0,79%, disusul rupiah yang melemah 0,15%, rupee India melemah 0,08%, dolar Singapura melemah 0,08%, dan baht Thailand melemah 0,03%. Yuan China melemah 0,003% dan dolar Hong Kong melemah 0,001% terhadap dolar AS.
Sedangkan mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS sore ini. Ringgit Malaysia menguat 0,26%, peso Filipina menguat 0,24%, dolar Taiwan menguat 0,19%, dan yen Jepang yang menguat 0,09% terhadap dolar AS.
- Rupiah spot ditutup di Rp 18.184 per dolar AS, melemah 0,15% dari Rp 18.156.
- Won Korea mencatat pelemahan terdalam di Asia dengan 0,79%.
- Ringgit Malaysia dan peso Filipina justru menguat masing-masing 0,26% dan 0,24%.
Pendapatan Tumbuh, IPCM Optimalkan Armada dan Perluas Pasar
Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 102,44, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 102,31.
Kenaikan indeks dolar tersebut menandakan dolar AS masih perkasa terhadap sekeranjang mata uang utama dunia. Kondisi ini menjadi latar belakang tekanan yang dialami sejumlah mata uang emerging market, termasuk rupiah.
Posisi Rupiah di Antara Mata Uang Asia
Dengan pelemahan 0,15%, rupiah berada di urutan kedua sebagai mata uang Asia yang paling tertekan hari ini, setelah won Korea yang melemah 0,79%. Angka ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah relatif moderat dibandingkan won Korea.
Namun, posisi rupiah masih lebih lemah dibandingkan sejumlah mata uang kawasan yang berhasil menutup perdagangan di zona positif. Ringgit Malaysia, misalnya, menguat 0,26% — menjadikannya mata uang Asia dengan penguatan terbesar sore ini.
| Mata Uang | Perubahan terhadap Dolar AS |
|---|---|
| Won Korea | Melemah 0,79% |
| Rupiah | Melemah 0,15% |
| Rupee India | Melemah 0,08% |
| Dolar Singapura | Melemah 0,08% |
| Baht Thailand | Melemah 0,03% |
| Yuan China | Melemah 0,003% |
| Dolar Hong Kong | Melemah 0,001% |
| Ringgit Malaysia | Menguat 0,26% |
| Peso Filipina | Menguat 0,24% |
| Dolar Taiwan | Menguat 0,19% |
| Yen Jepang | Menguat 0,09% |
Indeks Dolar Naik Tipis
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia berada di 102,44, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 102,31. Kenaikan tipis ini mengindikasikan permintaan terhadap dolar AS masih terjaga.
Pergerakan indeks dolar kerap menjadi acuan pelaku pasar di kawasan Asia, termasuk dalam menentukan arah transaksi mata uang emerging market. Ketika indeks dolar menguat, mata uang negara berkembang umumnya menghadapi tekanan jual.
Di sisi lain, penguatan yen Jepang sebesar 0,09% terhadap dolar AS menunjukkan sebagian pelaku pasar masih mencari aset safe haven di kawasan. Yen memang kerap menjadi tujuan ketika ketidakpastian global meningkat.
Pertanyaan Umum
Berapa level penutupan rupiah spot hari ini?
Rupiah spot ditutup pada level Rp 18.184 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (28/10/2026).
Berapa besar pelemahan rupiah dibandingkan sehari sebelumnya?
Rupiah melemah 0,15% dari posisi sehari sebelumnya yang berada di Rp 18.156 per dolar AS.
Mata uang Asia mana yang paling dalam melemah hari ini?
Won Korea mencatat pelemahan terdalam di Asia dengan 0,79% terhadap dolar AS, disusul rupiah dengan 0,15%.
Berapa posisi indeks dolar saat ini?
Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia berada di 102,44, naik dari 102,31 pada sehari sebelumnya.
Sumber: Kontan




















