Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Ekonomi

Saham LQ45 21 Oktober 2026: BBTN dan BRPT Melesat, Cek Daftar PER Terendah-Tertinggi

×

Saham LQ45 21 Oktober 2026: BBTN dan BRPT Melesat, Cek Daftar PER Terendah-Tertinggi

Sebarkan artikel ini
Saham LQ45 21 Oktober 2026: BBTN dan BRPT Melesat — Ilustrasi pergerakan saham indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia 21 Oktober 2026 dengan penguatan BBTN dan BRPT
Saham LQ45 bergerak konsolidasi pada 21 Oktober 2026 dengan nilai transaksi bursa mencapai Rp17,7 triliun.
Banner Iklan Harianesia 468x60

Perdagangan saham-saham anggota indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Oktober 2026 bergerak konsolidasi dengan penguatan selektif pada sejumlah saham perbankan dan industri. Nilai transaksi bursa pada hari itu mencapai Rp17,7 triliun.

Investor asing mencatat aksi jual bersih tipis senilai Rp12,49 miliar, di tengah volume transaksi yang menembus 35,06 miliar saham. Angka net sell yang kecil menunjukkan tekanan jual asing tidak cukup kuat membalik arah pasar secara keseluruhan.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Di antara saham berperforma kuat, sebagian besar dihuni emiten dengan rasio valuasi rendah. Dua ukuran yang paling sering dipakai investor untuk menilainya adalah PER dan PBV.

PER (Price Earning Ratio) — menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.

Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham. Semakin rendah PBV, semakin murah harga saham relatif terhadap nilai buku emiten.

Saham PER Rendah Memimpin Penguatan

Kelompok saham dengan PER terendah di LQ45 mencatat penguatan cukup merata. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menjadi pemenang dengan kenaikan tertinggi mencapai 4,44%.

Baca Juga :  BEI Kembali Terapkan Short Selling, Analis Ingatkan Risiko Sentimen

BBTN ditutup di level 940 dengan PER 2,75 kali dan PBV 0,35 kali. Posisi ini menjadikannya saham paling murah di kelompok tersebut berdasarkan rasio laba.

Menyusul di belakangnya, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) naik 3,92% ke level 795. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turut menguat 2,30% pada harga 1.335.

Sejumlah nama lain mencatat kenaikan lebih tipis. JPFA naik 1,74%, AADI menguat 1,37%, dan BBNI menanjak 0,93% dengan PER 5,63 kali.

KodeClose
PERPBV
Perubahan—

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi satu-satunya emiten di kelompok ini yang terkoreksi, turun tipis 0,73% ke level 2.720 dengan PER 5,11 kali dan PBV 1,75 kali.

Sementara itu, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) bergerak stagnan pada harga 7.075 dan 1.595.

BRPT Pimpin Kelompok Valuasi Tinggi

Pada kelompok saham gabungan dengan PER lebih tinggi, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat penguatan terbesar, menanjak 3,48% ke level 1.485. Saham ini memiliki PER 20,34 kali dan PBV 3,20 kali.

Penguatan lanjutan dicatatkan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang naik 0,78% dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang menguat 0,58%. Adapun AMMN naik tipis 0,27% pada harga 3.740.

Baca Juga :  Otoritas Jasa Keuangan: 8 Juta Orang Pakai Pinjaman Daring, Apa yang Mendorong FOMO Gen Z?

Sebaliknya, PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami koreksi terdalam di kelompok ini sekaligus menjadi penurun terbesar bursa, turun 1,54% ke level 24.000. Saham ini memiliki PER 46,78 kali dengan PBV 0,93 kali.

Sebagian besar saham lainnya bergerak stagnan, termasuk PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) di level 505, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) di 26, dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) di 2.200.

CUAN tercatat sebagai saham dengan PER paling tinggi di antara 20 saham gabungan, yakni 84,17 kali, dengan PBV 9,18 kali. INDY menyusul dengan PER 30,29 kali dan GOTO 26,00 kali.

Di sisi lain, INKP tetap kokoh memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, yakni 0,30 kali — jauh di bawah emiten lain di daftar yang sama.

Pergerakan yang terbelah antara saham bervaluasi murah dan mahal ini mencerminkan selektivitas investor. Arus dana tidak mengalir merata, melainkan condong ke emiten dengan rasio harga terhadap laba yang lebih rendah.

Net sell asing yang hanya Rp12,49 miliar menunjukkan tekanan jual dari luar negeri tidak mendominasi. Dengan nilai transaksi Rp17,7 triliun, posisi asing relatif kecil dibanding total perputaran bursa hari itu.

Pertanyaan Umum

Apa itu PER dan PBV pada saham?

PER menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya. PBV membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham. Keduanya dipakai untuk menilai apakah harga saham tergolong murah atau mahal.

Saham mana yang memimpin penguatan pada 21 Oktober 2026?

BBTN mencatat kenaikan tertinggi di kelompok PER rendah sebesar 4,44%, disusul NCKL 3,92% dan PGAS 2,30%. Di kelompok valuasi lebih tinggi, BRPT memimpin dengan penguatan 3,48%.

Saham apa yang mencatat PBV terendah?

INKP memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, yakni 0,30 kali, dengan harga penutupan 7.075 dan PER 2,91 kali.

Sumber: Kontan

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600