Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Puisi “Pena untuk Papua”: Socrates Yoman Jaga Sejarah Tanpa Tutupi Luka

×

Puisi “Pena untuk Papua”: Socrates Yoman Jaga Sejarah Tanpa Tutupi Luka

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60
Karya Samson Ginia soroti peran penulis Papua merawat ingatan dan martabat bangsa
Samson bersama Socrates Yoman di dalam mobil, Papua, 2026. Puisi “Pena untuk Papua” ditulis Samson sebagai penghormatan untuk Socrates Yoman. Foto: Dok. Samson Ginia

JAYAPURA_HARIANESIA.COM- Komunitas sastra Papua menyoroti sosok Socrates Yoman melalui puisi “Socrates Yoman, Pena untuk Papua”. Karya Samson Ginia, S.Pd itu beredar luas sejak Minggu 31/5/2026 sebagai penghormatan bagi teolog dan penulis yang konsisten merawat sejarah Papua tanpa menyembunyikan luka.

Puisi 9 bait tersebut menyorot Socrates Yoman sebagai penulis yang memilih sunyi bersama kertas dan tinta, bukan kuasa. Bagi Samson, Socrates adalah “bapa bangsa yang penulis” karena merawat harapan Papua lewat kalimat.

Banner Iklan Harianesia 300x600

Menulis untuk Yang Tak Didengar
Dalam puisinya, Samson menggambarkan Socrates Yoman menulis dengan jernih untuk menyusun sejarah. Kata-katanya, kata Samson, jujur dan tenang tapi menusuk.

Baca Juga :  Habib Muchdar : Minta Pemerintah Tertibkan Penambang Ilegal di Prov KalSel!

“Di antara bising dunia, ia memilih sunyi, bersama kertas dan tinta, ia berdiri. Bukan kuasa yang ia cari, tapi suara bagi yang lama tak didengar dan sejarah yang disembunyikan,” tulis Samson dalam puisi berjudul “Socrates Yoman, Pena untuk Papua”.

Samson menyebut perjumpaan langsung dengan Socrates Yoman menginspirasi karya itu. Ia melihat ketenangan Socrates bukan sebagai orator podium, melainkan penjaga ingatan lewat tulisan.

Baca Juga :  Dr.Yeremia Mendrofa, Hadiri Acara Peningkatan Kapasitas Kelembagaan, Kemasyarakatan Dalam Rangka Promotif Kesehatan

“Saya melihat sendiri ketenangan beliau. Bukan orator di podium, tapi penjaga ingatan lewat tulisan,” ujar Samson Ginia, S.Pd kepada Tempo, Minggu 31/5/2026.

Martabat Tak Bisa Ditawar
Melalui buku _Di Antara Dua Dunia: Papua di Era Milenial_ dan berbagai esai, Socrates Yoman dikenal konsisten menyuarakan martabat rakyat Papua. Baris penutup puisi Samson kini dikutip luas pegiat literasi: “Selama tulisannya hidup, selama itu Papua tetap berbicara”.

Baca Juga :  Doni Afandi, S.E : Radityo Egi Pratama, Pemimpin Visioner dan Dekat dengan Rakyat Lampung Selatan

Bagi Samson, menulis adalah cara mendokumentasikan sejarah dari kacamata orang Papua sendiri. Puisi itu, kata dia, pengingat bahwa martabat tidak bisa ditawar.

“Kata-katanya jujur, tenang, tapi menusuk, mengingatkan bahwa martabat tak bisa ditawar,” kata Samson.

Tentang Penulis Puisi
Samson Ginia, S.Pd adalah penulis dan pendidik asal Papua. Ia aktif menulis puisi dan esai yang mengangkat isu sejarah, identitas, dan martabat masyarakat Papua.

Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600