Harianesia – JAKARTA. Harga emas dunia berpeluang kembali tertekan pada perdagangan pekan depan, dengan area support di US$ 3.946 per ons troi menjadi level kunci yang akan diuji. Tekanan jual yang masih dominan dan ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat menjadi dua beban utama bagi logam mulia saat ini.
Mengutip Trading Economics, Jumat (30/10/2026) pukul 19.30 WIB, harga emas di pasar spot berada di level US$ 3.968 per ons troi. Posisi itu terkoreksi 1,4% secara harian dan telah merosot 5,1% dalam sebulan terakhir.
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, memperkirakan harga emas dunia atau XAUUSD masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam jangka pendek. Berdasarkan analisis teknikal, harga emas berpeluang menguji area support di US$ 3.946 per ons troi karena tekanan jual masih cukup dominan.
“Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen kebijakan moneter AS masih menjadi salah satu faktor yang membayangi pergerakan logam mulia,” ujar Geraldo dalam risetnya, Jumat (30/10/2026).
Tren Harian Masih Bearish
Dari perspektif teknikal, Geraldo menilai tren harga emas pada grafik harian masih menunjukkan kecenderungan bearish. Hal ini tercermin dari kegagalan harga emas spot menembus level resistance kuat di US$ 4.080 per ons troi.
Kondisi tersebut membuat emas belum mampu membentuk swing high baru yang dapat menjadi konfirmasi pembalikan tren menuju bullish. Selama level resistance itu belum tertembus, tekanan jual diperkirakan tetap mendominasi pergerakan harga.
Meski demikian, peluang pemulihan harga tetap terbuka. Apabila emas mampu mempertahankan posisinya di area support dan tekanan beli kembali meningkat, harga berpotensi bergerak konsolidasi atau mengalami rebound dalam jangka pendek.
- Harga emas spot berada di US$ 3.968 per ons troi, turun 1,4% harian dan 5,1% dalam sebulan.
- Area support teknikal berada di US$ 3.946 per ons troi, resistance di US$ 4.080 per ons troi.
- The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%–4,00% pada FOMC 27–28 Oktober 2026.
Bayangan Kebijakan The Fed
Sementara itu, dari sisi fundamental, prospek emas masih dipengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed). Dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 27-28 Oktober 2026, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00%.
Namun, keputusan tersebut tidak diambil secara bulat. Dua pejabat The Fed menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Perbedaan pandangan di internal bank sentral AS tersebut mengindikasikan bahwa risiko pengetatan kebijakan moneter masih menjadi perhatian pasar.
Di sisi lain, ekspektasi kenaikan suku bunga pada Desember berpotensi memberikan dorongan tambahan bagi dolar AS sekaligus meningkatkan imbal hasil US Treasury. Situasi tersebut umumnya menjadi sentimen negatif bagi harga emas.
Pasalnya, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dapat meningkatkan daya tarik instrumen investasi berbasis bunga. Sementara itu, emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil atau bunga, sehingga posisinya relatif kurang menguntungkan ketika imbal hasil obligasi naik.
Sebelum: Harga emas spot masih bertahan di atas level resistance US$ 4.080 per ons troi.
Sesudah: Emas gagal menembus resistance tersebut dan terkoreksi ke US$ 3.968 per ons troi.
Proyeksi Pekan Depan
Mempertimbangkan kombinasi tekanan teknikal dan fundamental tersebut, Dupoin Futures memperkirakan pergerakan harga emas dunia pada pekan depan masih cenderung bearish. Proyeksi ini sejalan dengan pelemahan yang sudah berlangsung sepanjang bulan terakhir.
Oleh karena itu, pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, arah pergerakan dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS sebagai sejumlah faktor utama yang dapat memengaruhi harga emas.
Ketiga faktor itu saling terkait: ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengangkat dolar dan imbal hasil Treasury, yang pada gilirannya menekan harga emas. Sebaliknya, jika ekspektasi pengetatan mereda, ruang rebound bagi emas bisa kembali terbuka.
Pertanyaan Umum
Berapa harga emas spot saat ini?
Berdasarkan data Trading Economics per Jumat (30/10/2026) pukul 19.30 WIB, harga emas di pasar spot berada di US$ 3.968 per ons troi, terkoreksi 1,4% secara harian dan 5,1% dalam sebulan terakhir.
Mengapa harga emas berpotensi melemah pekan depan?
Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tekanan jual masih dominan secara teknikal, dengan emas berpeluang menguji support US$ 3.946 per ons troi. Dari sisi fundamental, ekspektasi kebijakan moneter AS yang lebih ketat berpotensi memperkuat dolar AS dan menaikkan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Apa keputusan suku bunga The Fed pada FOMC Oktober 2026?
The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75%-4,00% pada pertemuan 27-28 Oktober 2026. Namun, dua pejabat The Fed menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin, menandakan risiko pengetatan masih diperhatikan pasar.
Sumber: Kontan




















