Tapirmai_HARIANESIA.COM_ 17 Agustus 2026“ | Bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Desa [Tapormai] bersama petugas Puskesmas Tapormai dan para kader Posyandu setempat kembali melaksanakan kegiatan pencegahan stunting yang menjadi agenda rutin di wilayah tersebut. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menekan angka gagal tumbuh pada anak sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah desa.
Kegiatan yang berlangsung di [lokasi kegiatan, misalnya: Balai Desa/Posyandu setempat] ini dihadiri oleh perangkat desa, tenaga kesehatan dari Puskesmas Tapormai, serta ibu-ibu kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pemantauan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa.
Kepala Desa [Kampung Tapormai] menyampaikan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan memerlukan kerja sama semua pihak. Menurutnya, program ini bertujuan untuk:
– Menurunkan angka kasus anak gagal tumbuh (stunting) di tingkat desa;
– Memperbaiki kualitas kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan;
– Menyatukan langkah antara masyarakat dan pemerintah desa dalam perencanaan perbaikan gizi; dan
– Memastikan penggunaan Dana Desa tepat sasaran untuk mendukung program pencegahan stunting.
“Stunting di desa harus menjadi perhatian bersama. Dengan Dana Desa yang dikelola secara tepat sasaran, kami berharap upaya ini benar-benar dapat menurunkan angka gagal tumbuh pada anak-anak kita,” ujar Kepala Desa dalam sambutannya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mencakup pemantauan tumbuh kembang anak melalui penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan secara rutin di Posyandu. Data hasil penimbangan dan pengukuran tersebut kemudian dicatat dan dievaluasi oleh petugas Puskesmas Tapormai guna mendeteksi dini potensi gangguan pertumbuhan pada balita.
Petugas dari Puskesmas Tapormai menjelaskan bahwa pemantauan berkala ini sangat penting untuk mengetahui status gizi anak sejak dini, sehingga intervensi dapat segera dilakukan apabila ditemukan indikasi risiko stunting.
Selain pemantauan tumbuh kembang, kegiatan ini juga diisi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) yang kaya protein dan vitamin bagi balita serta ibu hamil. Pemberian makanan tambahan ini disiapkan langsung oleh para kader Posyandu dengan pendampingan dari petugas kesehatan, guna memastikan asupan gizi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu hamil.
Para ibu kader Posyandu setempat menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pemerintah desa dan Puskesmas Tapormai yang secara konsisten mendampingi pelaksanaan kegiatan ini setiap bulannya.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara berkesinambungan ini, Pemerintah Desa [Kampung Tapormai] berharap angka stunting di wilayahnya dapat terus menurun, sekaligus mewujudkan generasi anak-anak desa yang tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas. Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan Puskesmas Tapormai, dan kader Posyandu diharapkan dapat terus terjaga sebagai fondasi utama dalam mewujudkan desa bebas stunting.
(Sumber: Pemerintah Desa [Kampung Tapormai] / Puskesmas Tapormai)
Dwi
