BOGOR_HARIANESIA.COM— Aktivis Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB) menyoroti berbagai persoalan dugaan tindak pidana korupsi yang muncul di Kabupaten Bogor dan meminta aparat penegak hukum bekerja secara transparan serta tuntas.
KPKB mempertanyakan, ada apa dengan Kabupaten Bogor? Mengapa dugaan perkara korupsi terus menjadi perhatian aparat penegak hukum dan masyarakat?
Terbaru, KPK melakukan penyidikan dugaan korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor yang berkaitan dengan dugaan pemotongan upah pungut pada Bappenda. KPK menyatakan perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan dan mengamankan uang sekitar Rp1,5 miliar, namun pada saat pengumuman tersebut belum ada tersangka yang ditetapkan.
KPKB menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku. Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan kabar, sementara ujung penanganannya tidak jelas.
“Kami mempertanyakan, ada apa dengan Kabupaten Bogor? Jika memang ditemukan dugaan tindak pidana korupsi, kami meminta aparat penegak hukum mengusut sampai tuntas, siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum. Rakyat membutuhkan kepastian dan bukti, bukan sekadar janji.” ungkap Ketua Umum KPKB Dede Mulyana
Dede juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi penggunaan anggaran daerah serta menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah.
Satu Kata: LAWAN KORUPSI!
Aktivis Kumpulan Pemantau Korupsi Bersatu (KPKB)
Dede Mulyana
Ketua Umum Aktivis KPKB
