JAKARTA, Pegiat Demokrasi asal Tangerang, Petrus Herman, mengapresiasi penyelenggaraan forum dialog kebangsaan _Millennium Public Pulse 28_ yang digelar DPP PDI Perjuangan Bidang Perekonomian di Jakarta, Selasa (28/10/2026).
Petrus yang hadir usai mengikuti aksi damai bersama ribuan mahasiswa di Bundaran HI menilai forum yang menghadirkan Ekonom Senior Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut menjadi ruang dialog yang langka dan sangat dibutuhkan anak muda hari ini.
“Saya baru saja dari Bundaran HI, dari jalanan. Ribuan mahasiswa menyuarakan keresahan. Sore harinya saya duduk di forum ini, mendengar prediksi yang jujur dari Pak Tom Lembong dan konsep kepemimpinan yang membumi dari Pak Ahok. Ini dialektika yang sehat. Dari jalanan ke ruang dialog,” ujar Petrus di sela acara.
Petrus mengaku bangga bisa berkesempatan foto bersama Tom Lembong seusai acara dan berdialog singkat.
Tanggapan Soal Prediksi Krisis Tom Lembong
Terkait pernyataan Tom Lembong yang memprediksi potensi krisis di atas 50% dalam 6-12 bulan ke depan, Petrus menyebut hal tersebut harus dimaknai sebagai early warning, bukan untuk menakut-nakuti.
“Sebagai peserta dari daerah, dari Tangerang, saya menangkapnya bukan sebagai pesimisme. Pak Tom bicara data. Justru itu membangunkan kita. Sejarah 98 membuktikan, krisis bisa jadi titik balik jika generasi muda siap dengan etika dan data. Itu yang disambung oleh Pak Ahok,” jelasnya.
Tanggapan Soal Konsep Ahok: Administrator Keadilan Sosial
Petrus juga menyoroti konsep Administrasi Keadilan Sosial yang disampaikan Ahok sebagai jawaban konkret.
“Cerita Pak Ahok soal warga gang yang tidak bisa jualan setelah pindah ke rusun itu sangat relevan untuk kami di Tangerang. Banyak kebijakan bagus di atas kertas gagal karena tidak paham sosiologi warga. Pejabat harus jadi administrator keadilan sosial, bukan sekadar administrator proyek. Itu tamparan keras bagi kami pegiat demokrasi,” tegasnya.
Menurut Petrus, dua materi yang disampaikan Tom dan Ahok saling melengkapi: Tom memberikan potret tantangan ke depan, sementara Ahok memberikan metode kepemimpinan untuk menjawabnya.
Petrus berharap forum seperti Millennium Public Pulse yang digelar rutin setiap tanggal 28 hingga 2028 ini bisa diperluas ke daerah, termasuk ke Banten dan Tangerang.
“Anak-anak muda di Bundaran HI tadi butuh ruang seperti ini. Jangan hanya diajak teriak di jalan, tapi juga diajak berpikir, riset, dan berdialog dengan santun. Terima kasih untuk DPP PDIP Bidang Perekonomian yang sudah membuka ruang ini,” pungkas Petrus Herman.(DW)




















