Bantul_HARIANESIA.COM, 29 Agustus 2026 Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Bantul menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) pada Sabtu, 29 Agustus 2026, bertempat di Balai Desa Muntuk, Kapanewon Dlingo, Kabupaten Bantul.
Konfercab dipimpin oleh Antonius Fokki Ardiyanto, yang mewakili DPP Gerakan Pemuda Marhaenis berdasarkan surat mandat. Kegiatan tersebut diikuti oleh 36 utusan dari 17 kapanewon se-Kabupaten Bantul, serta dihadiri unsur DPD GPM DIY dan Dewan Pembina DPP GPM.
Dalam sambutannya, Marsudi, Lurah Desa Muntuk, yang sekaligus mewakili unsur DPD GPM DIY, menyampaikan harapan agar momentum Konfercab dapat menjadi titik awal kebangkitan GPM Kabupaten Bantul.
Marsudi menyampaikan bahwa Desa Muntuk dikenal sebagai desa yang berada di wilayah tertinggi di Kabupaten Bantul. Karena itu, ia berharap posisi tersebut dapat menjadi simbol dan spirit bagi GPM Kabupaten Bantul untuk menjadi yang “tertinggi” dalam membumikan ideologi Marhaenisme.
«“Desa Muntuk adalah desa tertinggi se-Kabupaten Bantul. Harapannya, GPM Kabupaten Bantul juga bisa menjadi yang tertinggi dalam membumikan ideologi Marhaenisme, sekaligus menjadi GPM terbesar di wilayah DIY,” ujar Marsudi.»
Sementara itu, Antonius Fokki Ardiyanto dalam paparannya menyampaikan sejarah perjalanan Gerakan Pemuda Marhaenis secara nasional yang memiliki irisan erat dengan perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Menurut Fokki, memahami sejarah GPM tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan kebangsaan dan pemikiran Bung Karno. GPM harus mampu menjadikan Marhaenisme bukan sekadar wacana, tetapi sebagai ideologi perjuangan yang diterjemahkan ke dalam kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.
“GPM harus memahami dari mana kita berasal, bagaimana sejarah perjuangan bangsa, serta bagaimana posisi Marhaenisme dalam menjawab persoalan rakyat. Karena itu, kaderisasi dan regenerasi menjadi sangat penting agar ideologi tidak berhenti pada generasi tertentu, tetapi terus diwariskan dan dikembangkan oleh generasi muda,” tegas Fokki.
Dalam Konfercab tersebut, peserta menyepakati sejumlah keputusan penting sebagai landasan perjalanan GPM Kabupaten Bantul ke depan.
Pertama, kepengurusan GPM Kabupaten Bantul ke depan akan diisi oleh generasi muda sebagai bagian dari proses regenerasi dan estafet kepemimpinan sekaligus menjaga kesinambungan ideologi Marhaenisme.
Kedua, Konfercab membentuk Tim Formatur yang berjumlah 9 orang. Tim tersebut diberikan waktu selama dua minggu untuk menyusun kepengurusan GPM Kabupaten Bantul dengan mempertimbangkan kriteria kader yang muda, memiliki komitmen organisasi, serta memahami dan memiliki militansi terhadap ideologi Marhaenisme.
Ketiga, Konfercab menyepakati Marsudi, Lurah Desa Muntuk, sebagai Ketua Tim Formatur, sedangkan Antonius Fokki Ardiyanto mewakili DPD GPM DIY ditetapkan sebagai Sekretaris Tim Formatur.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kepengurusan GPM Kabupaten Bantul yang lebih segar, kuat, ideologis, dan mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar perjuangannya.
Ziarah ke Giriloyo, Memohon Restu Sejarah
Usai pelaksanaan Konfercab, Antonius Fokki Ardiyanto bersama sejumlah kader dan peserta Konfercab melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke Kompleks Makam Giriloyo.
Ziarah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penghormatan terhadap sejarah dan tradisi, sekaligus sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon doa dan restu kepada para leluhur yang dimakamkan di kompleks tersebut, termasuk almarhumah ibu Sultan Agung dan almarhumah istri Amangkurat I.
Bagi GPM, ziarah tersebut menjadi simbol bahwa perjuangan membangun organisasi dan membumikan ideologi tidak boleh tercerabut dari akar sejarah dan kebudayaan bangsa.
Fokki menyampaikan bahwa perjalanan GPM Kabupaten Bantul ke depan diharapkan dapat berkembang secara pesat, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan, kebudayaan, kerakyatan, dan Marhaenisme yang diwariskan Bung Karno.
“Setelah kita bermusyawarah untuk menata masa depan organisasi, kita datang ke Giriloyo untuk menghormati sejarah. Kita berharap perjalanan GPM Kabupaten Bantul ke depan semakin baik, berkembang pesat, dan mampu menjadi kekuatan pemuda yang benar-benar hadir bersama rakyat sesuai cita-cita perjuangan Bung Karno,” pungkas Fokki.
Konfercab GPM Kabupaten Bantul ini sekaligus menandai dimulainya babak baru organisasi dengan semangat regenerasi, konsolidasi, kaderisasi, dan penguatan ideologi Marhaenisme, dengan harapan GPM Kabupaten Bantul mampu tumbuh menjadi salah satu basis gerakan Marhaenis yang kuat di Daerah Istimewa Yogyakarta.
(DW)




















