JAYAWIJAYA_Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Jayawijaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Jayawijaya atas keputusan bijak untuk tidak lagi mengakomodasi materi atraksi perang-perangan dalam rangkaian agenda festival daerah.
Keputusan tersebut menjadi angin segar sekaligus bentuk respons nyata pemda dalam mendengarkan aspirasi, masukan, dan solusi yang disuarakan oleh berbagai elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
Bagi Pemuda Jayawijaya, peniadaan atraksi ini bukan sekadar perubahan agenda acara, melainkan langkah penting untuk menyembuhkan trauma serta memutus simpul luka lama yang kerap terungkit kembali.
Selama ini, atraksi simulasi perang kerap menyisakan emosi sentimental dan memicu ingatan kelam konflik masa lalu. Dengan dihilangkannya materi tersebut, KNPI menilai pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat dalam merawat perdamaian, persatuan, dan keharmonisan sosial di tanah Lembah Baliem.
Generasi muda Jayawijaya siap mendukung penuh arah baru penyelenggaraan festival yang lebih menonjolkan kekayaan kebudayaan, karya kreatif, keindahan alam, serta potensi ekonomi kreatif daerah. Ke depan, KNPI berharap pemda terus membuka ruang dialog konstruktif bersama seluruh komponen masyarakat agar setiap kebijakan publik dan agenda kebudayaan senantiasa membawa kesejukan serta kemajuan bersama.
Dwi
