Edukasi

“Kalau Nunggu Pemerintah Kelamaan” : Kisah Bang Brewok Perangi Sampah di Kali Baru Depok

Aktivis Lingkungan Indrajaya Ajak Warga Depok Jaga Kali, Bukan Jadikan Tong Sampah

DEPOK, 24 Agustus 2026– Di tengah tumpukan sampah yang menyumbat Kali Baru, Depok, muncul sosok yang tak kenal lelah. Namanya Indrajaya, tapi warga lebih akrab memanggilnya “Bang Brewok”. Dengan jaring dan karung, pria brewokan ini memimpin aksi bersih-bersih sungai secara swadaya sejak beberapa tahun terakhir.

Aksi Bang Brewok bukan tanpa alasan. Keprihatinan melihat kondisi Kali Baru yang dipenuhi plastik, popok, hingga furniture bekas membuatnya turun tangan.

“Awalnya miris aja. Saya lewat tiap hari, lihat kali penuh plastik, popok, sampai kursi rusak. Anak-anak di sekitar situ mainnya di situ juga. Takut kalau banjir dan jadi sumber penyakit,” ujar *Indrajaya* saat diwawancara, Senin [24/8/2026].

Dimulai dari 1 Orang, Kini Ajak Warga
Menurut Bang Brewok, jika menunggu bantuan datang kelamaan. “Dari situ saya mikir: kalau nunggu pemerintah doang kelamaan, yaudah kita mulai dari diri sendiri. Awalnya cuma saya sendiri pake karung. Lama-lama ada warga yang ikut,” katanya.

Kini, kegiatan bersih-bersih dilakukan bersama tim dan warga sekitar secara rutin. Namun tantangan tidak mudah.

3 Tantangan Terbesar: Sampah Tak Habis-Habis
Bang Brewok membeberkan 3 kendala utama dalam aksi lingkungannya:
1. Sampah tak pernah habis”Hari ini dibersihin, besok udah ada lagi”
2. Kurangnya edukasi”Masih banyak yang buang sampah sembarangan karena ‘udah biasa’”
3. Keterbatasan alat Kita butuh perahu kecil, sarung tangan, dan tempat pembuangan sementara. Kadang kita gotong pake tenaga”

Jenis sampah yang paling dominan adalah plastik sekali pakai. “Nomor 1 plastik. Kantong kresek, botol, bungkus makanan. Terus sampah rumah tangga: popok, styrofoam. Yang bikin berat itu kalau ada kasur, ban, sama furniture dibuang ke kali,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan dampaknya langsung ke warga. “Padahal kalau hujan deras, semua itu nyumbat dan bikin banjir ke rumah warga.”

“Alasan Tak Pernah Menyerah”

Di balik lelahnya mengangkat sampah, ada semangat yang membuat Bang Brewok bertahan. “Pas lihat kali udah agak bersih, airnya ngalir, terus ada anak-anak bilang ‘Bang makasih ya kalinya udah bersih’. Itu obat capeknya,” ucapnya haru.

“Saya pengen anak cucu kita nanti masih bisa lihat kali yang jernih, bukan tempat sampah.”

” Pesan Menohok untuk Warga dan Pemkot Depok”

Bang Brewok menitipkan pesan keras untuk warga Depok khususnya yang tinggal di bantaran Kali Baru.

“Sederhana aja: buang sampah pada tempatnya. Nggak usah nunggu ada yang nyuruh. Kali itu bukan tong sampah. Kalau kita jaga bareng-bareng, Depok jadi lebih adem, nggak banjir, dan kita sendiri yang enak. Yuk mulai dari depan rumah kita masing-masing,” tegasnya.

Ia juga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah. “Saya nggak butuh dipuji. Cukup kali nya bersih, itu udah cukup. Harapan saya 5 tahun ke depan Kali Baru jadi contoh. Airnya bisa dipake buat mancing lagi, pinggirannya ada pohon, dan warga bangga.”

Bang Brewok menutup wawancara dengan ajakan terbuka. “Ajak teman-teman ya, biar kita bersih-bersih bareng. Tiap minggu kita jadwalin.”

Aksi Bang Brewok menjadi cermin bahwa perubahan lingkungan bisa dimulai dari satu orang. Namun ia berharap Pemkot Depok bisa memperkuat edukasi, penyediaan sarana, dan penegakan aturan pembuangan sampah ke sungai.

Indrajaya adalah warga Depok asli dan aktivis lingkungan independen. Ia dikenal karena inisiatif membersihkan Kali Baru secara rutin bersama warga. Aksi sosialnya dilakukan di waktu senggang di luar pekerjaan utamanya.

(DW)

Exit mobile version