Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
TNI-POLRI

Jelang Pembukaan MTQ XXXI, Polrestabes Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 6.350 Personel Gabungan

×

Jelang Pembukaan MTQ XXXI, Polrestabes Semarang Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 6.350 Personel Gabungan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

Semarang – Polrestabes Semarang bersama unsur TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait mematangkan pengamanan rangkaian Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Jawa Tengah yang dipusatkan di kawasan Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang.

Salah satu perhatian utama dalam pengamanan kegiatan tersebut adalah kelancaran arus lalu lintas, mengingat pembukaan MTQ yang akan berlangsung pada Sabtu (12/9/2026) diperkirakan dihadiri masyarakat dan kafilah dari berbagai daerah. Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan mulai pukul 16.00 WIB dan dilakukan secara situasional hingga kegiatan selesai serta kondisi arus lalu lintas kembali normal.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Kasihumas Polrestabes Semarang Kompol Riki Fahmi Mubarok, S.I.K., S.H., M.Si., CPHR., mengatakan rekayasa lalu lintas disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat dan peserta kegiatan untuk mengikuti rangkaian pembukaan MTQ dengan aman dan nyaman.

“Rekayasa lalu lintas akan kami berlakukan mulai pukul 16.00 WIB pada saat pembukaan. Pelaksanaannya akan melihat situasi di lapangan. Apabila terjadi kepadatan, petugas akan melakukan pengalihan arus secara situasional sehingga pergerakan kendaraan tetap dapat berjalan dan tidak terjadi penumpukan di sekitar Simpang Lima,” ujar Kompol Riki.

Sejumlah akses menuju kawasan Simpang Lima akan dilakukan pengaturan. Arus kendaraan dari arah Bangkong menuju Tugu Muda dapat ditutup di sekitar Perempatan RRI, sedangkan arus dari arah Tugu Muda menuju Bangkong dapat dialihkan melalui titik pengaturan di kawasan Simpang KFC Pandanaran serta Simpang Pandanaran 1 dan 2.

Sementara itu, arus dari Jalan Pangeran Diponegoro akan dilakukan pengaturan di kawasan Kusuma Wardani dan Air Mancur Jalan Pahlawan. Untuk akses keluar dari kawasan yang terdampak rekayasa, kendaraan akan diarahkan melalui Jalan Gajah Mada maupun Jalan Pahlawan sisi Air Mancur sebelah timur.

Baca Juga :  Komisi III DPR RI Apresiasi Polri Atas Kesuksesan Pengelolaan SPPG

Masyarakat yang akan menghadiri pembukaan MTQ juga diminta tidak memaksakan kendaraan masuk hingga kawasan Simpang Lima. Sejumlah kantong parkir telah disiapkan sehingga kendaraan dapat diparkir di lokasi yang telah ditentukan dan perjalanan menuju lokasi acara dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki maupun menggunakan akses yang tersedia.

Untuk kendaraan roda dua, akses dapat memanfaatkan Jalan Pandanaran dengan kantong parkir di kawasan Plaza Baiturrahman. Sementara akses dari belakang Kampung Kali dapat dimanfaatkan menuju kantong parkir di belakang Ciputra.

Bagi kendaraan roda empat, masyarakat dapat memanfaatkan sejumlah lokasi parkir yang disiapkan, antara lain kawasan Kantor Gubernur, belakang Taman Indonesia Kaya, Jalan Imam Barjo, Stadion Diponegoro, serta lokasi parkir lainnya yang telah ditentukan. Sementara rombongan bus diarahkan menggunakan kantong parkir seperti kawasan Wonodri dan TBRS.

“Yang paling penting, masyarakat agar mengatur waktu perjalanan dan tidak menunggu sampai mendekati waktu dimulainya acara. Gunakan kantong parkir yang telah disiapkan dan ikuti arahan petugas di lapangan. Ini kami lakukan agar masyarakat tetap nyaman dan arus lalu lintas di sekitar Simpang Lima dapat terjaga,” jelas Kompol Riki.

Khusus kendaraan yang membawa kafilah, pengaturan waktu penurunan penumpang atau dropping juga menjadi perhatian. Sebelum pukul 16.00 WIB, dropping masih dapat dilakukan di kawasan Simpang Lima. Namun setelah rekayasa diberlakukan, dropping diarahkan ke titik yang telah ditentukan, antara lain kawasan Jalan Pahlawan sebelum air mancur serta area sekitar depan Kebun Binatang atau kawasan DPRD.

Baca Juga :  Peduli Warga Terdampak Kemarau, Polsek Juwangi Distribusikan Air Bersih

Selain pembukaan, pengaturan lalu lintas juga akan diterapkan secara situasional selama rangkaian MTQ XXXI berlangsung. Petugas akan melakukan penyesuaian rekayasa berdasarkan kondisi kepadatan kendaraan dan situasi kegiatan di lapangan.

“Rekayasa ini bukan berarti seluruh ruas akan ditutup sepanjang waktu. Petugas akan melihat perkembangan situasi. Apabila arus masih lancar, akan kami lakukan pengaturan. Namun apabila kepadatan meningkat dan diperlukan pengalihan atau penutupan sementara, petugas akan mengambil langkah tersebut untuk menjaga kelancaran lalu lintas dan keselamatan masyarakat,” tegas Kompol Riki.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, Polrestabes Semarang menyiapkan kekuatan pengamanan gabungan sebanyak 6.350 personel. Kekuatan tersebut terdiri atas 520 personel TNI, 2.528 personel Polri, 702 personel Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, 1.286 personel Satpol PP Kota Semarang, 429 personel Dishub Provinsi Jawa Tengah, dan 885 personel Dishub Kota Semarang.

Pengamanan disiapkan di berbagai lokasi yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ, di antaranya Lapangan Pancasila/Simpang Lima, Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Balai Kota Semarang, Lapangan Parkir Eks Plaza Gajahmada, Kampus Universitas Negeri Semarang, Studio Kreasi BPVP Kemenaker, Convention Hall MAJT, Aula Masjid Raya Baiturrahman, Rumah Dinas Wali Kota, Auditorium Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Aula Wahana Graha Dishub Provinsi Jawa Tengah, Gedung Semeru BP2KLK Semarang, Auditorium Kampus 3 UIN Walisongo, Gedung Prof. Soedarto, S.H. UNDIP, Auditorium Imam Bardjo, S.H. UNDIP, Aula Sasana Widyapraja BPSDMD Jawa Tengah, Kantor Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah, Kota Lama Semarang, serta wilayah hukum Polrestabes Semarang.

Baca Juga :  Alrizoma Akhrom Anggota DPRD Kota Tangerang Fraksi PDI-P, Gelar Reses di Dapil, Warga Serbu dengan Berbagai Aspirasi

Rangkaian kegiatan juga diawali dengan Pawai Ta’aruf MTQ XXXI pada Sabtu (12/9/2026) mulai pukul 07.00 WIB dengan rute Balai Kota Semarang menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah. Selama pawai berlangsung, pengaturan berupa buka-tutup dan pengalihan arus akan dilakukan secara situasional menyesuaikan pergerakan rombongan.

Kompol Riki mengajak masyarakat untuk turut berperan menjaga kelancaran seluruh rangkaian MTQ dengan mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menerobos pengamanan maupun pengalihan arus yang telah diberlakukan.

“Kami mohon kerja sama masyarakat. Apabila akan bepergian pada waktu pelaksanaan kegiatan, silakan mengatur waktu dan memilih jalur alternatif. Bagi masyarakat yang menghadiri acara, ikuti petunjuk petugas, gunakan tempat parkir yang disediakan, dan jangan berhenti atau menurunkan penumpang di lokasi yang dapat mengganggu arus,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tertib, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta segera melapor kepada petugas apabila membutuhkan bantuan selama berada di lokasi kegiatan.

“Kami ingin seluruh rangkaian MTQ XXXI dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. Keamanan bukan hanya tanggung jawab petugas, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Mari bersama-sama menjaga ketertiban lalu lintas sehingga kegiatan keagamaan berskala besar ini dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu aktivitas masyarakat Kota Semarang,” pungkas Kompol Riki.

Polrestabes Semarang memastikan personel bersama instansi terkait akan berada di titik-titik pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama rangkaian kegiatan berlangsung. Masyarakat diimbau mempersiapkan perjalanan sejak awal, mengikuti informasi rekayasa lalu lintas, serta mematuhi arahan petugas demi terciptanya situasi yang aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Mariyo

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600