Scroll untuk baca artikel
Banner Iklan Harianesia 325x300
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia floating
Banner Iklan Harianesia 728x250
Edukasi

Jalankan Amanat Ideologi Partai, I Ketut Kariyasa Adnyana Buktikan PDI Perjuangan Selalu Hadir dan Berjuang untuk Wong Cilik Lewat Aksi Sunmori Berbagi di Tabanan

×

Jalankan Amanat Ideologi Partai, I Ketut Kariyasa Adnyana Buktikan PDI Perjuangan Selalu Hadir dan Berjuang untuk Wong Cilik Lewat Aksi Sunmori Berbagi di Tabanan

Sebarkan artikel ini
Banner Iklan Harianesia 468x60

TABANAN, BALI -Di tengah derasnya arus modernisasi dan individualisme, PDI Perjuangan kembali menegaskan jati dirinya sebagai Partai Wong Cilik, partai yang setia pada garis perjuangan kaum Marhaen. Komitmen ideologis tersebut dibuktikan secara nyata oleh kader militan PDI Perjuangan Dapil Bali, I Ketut Kariyasa Adnyana, S.P., Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan.

Melalui kegiatan sosial bertajuk _”SUNMORI & BERBAGI” yang diadakan bersama komunitas motor di Panti Asuhan Yayasan Gayatri Widya Mandala, Tabanan, Bali,_ Kariyasa menunjukkan bahwa kerja-kerja kerakyatan PDI Perjuangan tidak pernah berhenti. Perjuangan partai tidak hanya di gedung parlemen, tetapi harus hadir langsung, menyentuh, dan merasakan denyut nadi rakyat miskin di bawah.

Banner Iklan Harianesia 300x600Banner Iklan Harianesia 300x600

Untuk diketahui, _Yayasan Gayatri Widya Mandala merupakan sebuah lembaga sosial atau panti asuhan Hindu pertama di Tabanan yang berdedikasi mengasuh anak-anak terlantar, kurang mampu, serta yatim piatu agar mendapatkan pendidikan layak._ Panti ini bukan sekadar tempat asuhan, melainkan simbol dari perjuangan kemanusiaan dan kehadiran negara untuk mereka yang terpinggirkan.

Adapun secara rinci, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan landasan ideologis yang kuat:

Baca Juga :  Raker Dengan Camat, Komisi I Inventarisir Masalah di Wilayah

_Konsep Acara:_ Menggabungkan aktivitas Sunday Morning Ride (Sunmori) yang digemari komunitas motor dengan aksi kepedulian sosial (berbagi) sebagai implementasi nyata dari semangat gotong royong.

_Lokasi Kegiatan:_ Panti Asuhan Yayasan Gayatri Widya Mandala yang terletak di Kabupaten Tabanan, Bali, sebagai panti asuhan Hindu pertama yang menjadi rumah bagi anak-anak wong cilik.

_Tujuan:_ Menumbuhkan semangat kepedulian sosial, gotong royong, dan memberikan dukungan moril maupun materil kepada anak-anak panti asuhan melalui kolaborasi positif bersama generasi muda, sejalan dengan ajaran Trisakti Bung Karno terutama Berdaulat dalam Bidang Politik dan Berkepribadian dalam Kebudayaan.

Kegiatan aksi sosial ini membawa pesan ideologis yang jauh lebih dalam dari sekadar bantuan sosial:

_1. Solidaritas dan Kepedulian Nyata: Wujud Keberpihakan pada Wong Cilik_
Kariyasa menekankan bahwa PDI Perjuangan lahir dari rahim rakyat miskin. Penting untuk berbagi kebahagiaan dan mengulurkan tangan secara langsung kepada anak-anak yang membutuhkan asuhan. Ini adalah wujud nyata bahwa anak-anak yatim piatu dan kaum kurang mampu tidak berjalan sendirian dan selalu menjadi bagian penting dari keluarga besar PDI Perjuangan.

Baca Juga :  Waspada! Hipertensi Kota Bogor Naik Jadi 9,97%, DPRD Minta Skrining Massal Diperluas

_2. Menumbuhkan Semangat Gotong Royong: Menghidupkan Kembali Kepribadian Bangsa_
Sesuai ajaran Bung Karno, gotong royong adalah sari pati dari Pancasila. Kariyasa mengajak generasi muda dan komunitas motor untuk menyalurkan hobi berkendara menjadi gerakan yang positif, kolektif, dan berdampak sosial. Inilah esensi dari Trisakti – Berkepribadian dalam Kebudayaan.

_3. Optimisme untuk Masa Depan Anak-Anak: Memperjuangkan Masa Depan Kaum Marhaen_
PDI Perjuangan percaya bahwa keadilan sosial harus dimulai dari anak-anak. Kariyasa memberikan motivasi kepada anak-anak di panti asuhan agar tetap semangat belajar, menjaga harapan, serta optimis dalam mengejar cita-cita mereka. Bagi PDI Perjuangan, anak-anak panti asuhan hari ini adalah pemimpin-pemimpin bangsa di masa depan.

Semua nilai perjuangan tersebut dirangkum dalam pernyataan khas yang menjadi pegangan ideologisnya: _”Bukan tentang seberapa banyak yang kita beri, tapi tentang ketulusan untuk peduli”_.

“Ini adalah perintah dan instruksi ideologis dari partai. Ketua Umum Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri selalu berpesan kepada kami kader-kadernya untuk turun ke bawah, berbaur dengan wong cilik, merasakan penderitaan rakyat, dan setia pada perjuangan kaum miskin. Sunmori & Berbagi ini adalah cara kami mengamalkan ajaran Bung Karno tentang Sosio-Nasionalisme dan Sosio-Demokrasi,” tegas Kariyasa dengan nada militan.

Baca Juga :  Bupati Bogor Tinjau Penyebab Banjir di Cijayanti, Fokus pada Normalisasi Kali Cisarapati

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukanlah kegiatan insidentil, melainkan gerakan berkelanjutan yang menjadi bagian dari kerja-kerja partai di akar rumput.

“Kehadiran kita di Panti Asuhan Gayatri Widya Mandala adalah bukti otentik bahwa PDI Perjuangan adalah rumah besar bagi kaum miskin, kaum tertindas, dan kaum Marhaen. Kita tidak hanya datang membawa bantuan materi, tapi kita datang membawa cinta, membawa solidaritas, dan membawa harapan bahwa PDI Perjuangan akan selalu ada untuk mereka,” pungkasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, penyerahan bantuan secara simbolis, dan komitmen bersama antara komunitas motor dan Tim Aspirasi Kariyasa untuk terus mengawal perjuangan wong cilik di Tabanan, di Bali, dan di seluruh Indonesia.

Dwi

Banner Iklan 1Banner Iklan 1
Banner Iklan Harianesia 120x600